RS Amanah Banjarmasin Janji Mudahkan Prosedur Kecelakaan Kerja

Kalimantan Selatan

RS Amanah Banjarmasin Janji Mudahkan Prosedur Kecelakaan Kerja

Khairun Nisa - detikKalimantan
Sabtu, 08 Agu 2026 07:00 WIB
Pembukaan acara Corporate Gathering RS Amanah Medical Centre bersama perwakilan perusahaan se-Kalsel.
Pembukaan acara Corporate Gathering RS Amanah Medical Centre bersama perwakilan perusahaan se-Kalsel. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Banjarmasin -

Setelah menjalani kerja sama selama sebulan, BPJS Ketenagakerjaan dan RS Amanah Medical Centre berkomitmen memperkuat sinergi untuk pelayanan korban kecelakaan kerja. Pihak RS pun berjanji akan memberikan kemudahan dalam pelayanan.

RS Amanah secara terbuka mengajak para perwakilan perusahaan di berbagai sektor untuk hadir dalam acara Corporate Gathering bertajuk "Penanganan Pertama Cedera Kerja" pada Jumat (7/8/2026).

Direktur RS Amanah Medical Centre Hestri Diah Rokhmani mengatakan prosedur penanganan pasien kecelakaan kerja di RS Amanah akan langsung dilakukan sesuai dengan kondisi pasien saat datang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Verifikasi identitas kepesertaan pasien akan dilakukan oleh tim administrasi, setelah itu pihak RS akan melakukan pelaporan kepada BPJS ketenagakerjaan terkait kondisi pasien sembari memberi tindakan medis.

Setelah dilakukan pelaporan, pasien pun akan dilayani hingga selesai perawatan. Selain menanggung biaya untuk rujukan dan perawatan, BPJS Ketenagakerjaan juga akan memberikan fasilitas kontrol lanjutan dan rehabilitasi bagi pasien yang membutuhkan.

"Kemudahan dalam klaim ini juga kita terapkan di RS Amanah Medical Centre. Dengan harapan, bisa membuat pekerja yang kecelakaan di tempat kerja bisa ditangani dengan segera tanpa memperparah kondisi pasien," ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Dia mengatakan bahwa selama sebulan kerja sama, pihaknya sudah menangani 62 pasien kecelakaan kerja. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga promotif dan preventif.

"Kami ingin meningkatkan kesiapsiagaan perusahaan dalam memberikan penanganan pertama pada kecelakaan kerja sehingga risiko kecacatan maupun komplikasi dapat diminimalkan," ujarnya.

Sebagai RS yang dipercaya untuk menjadi mitra, maka RS Amanah berupaya untuk menghadirkan layanan yang cepat, tepat, dan komprehensif bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja.

Pihaknya juga memberikan pemahaman terhadap perusahaan terkait langkah-langkah penanganan pertama pada cedera kerja, penanganan trauma muskuloskeletal, cedera kepala, hingga pentingnya sistem rujukan yang cepat dan tepat guna meningkatkan keselamatan pekerja.

"Dengan harapan melalui hal ini ke depannya langkah-langkah dalam penanganan kecelakaan kerja bisa lebih tepat lagi, terutama sebelum dirujuk ke RS," terangnya.

Berdasarkan data RS Amanah, selama sebulan menjalin kerja sama, sudah terdapat 62 pasien kecelakaan kerja yang dirujuk ke RS Amanah. Diantaranya, rujukan ke IGD sebanyak 20 pasien, Poli 29 pasien, dan rawat inap 13 pasien.

"Untuk rujukan terparah dari kecelakaan kerja itu mengalami patah tulang dan mata bernanah karena jamur sawit. Kini sudah ditangani oleh RS Amanah," terangnya.

Hestri berharap, RS Amanah dapat menjadi mitra strategis bagi dunia usaha dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, produktif, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.



(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads