Konvoi Berujung Pembakaran Motor di Mariso Makassar, 5 Orang Ditangkap

Konvoi Berujung Pembakaran Motor di Mariso Makassar, 5 Orang Ditangkap

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Minggu, 09 Agu 2026 11:30 WIB
Sebuah motor dibakar saat konvoi yang berlangsung di Kecamatan Mariso, Kota Makassar.
Foto: Sebuah motor dibakar saat konvoi yang berlangsung di Kecamatan Mariso, Kota Makassar. (Reinhard/detikSulsel)
Makassar -

Sebuah motor dibakar saat konvoi yang berlangsung di jalanan Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi yang turun ke lokasi menangkap lima orang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Rajawali 1, Kelurahan Panambungan, Makassar, pada Minggu (9/8) sekitar pukul 02.00 Wita. Polisi turut mengamankan sejumlah motor dari hasil penyisiran.

"Kami amankan lima orang kendaraan ada 7 unit kami masih selidiki siapa pemiliknya," ungkap Kapolsek Mariso Kompol Aris Soemarsono kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aris menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat sekelompok pemuda melakukan konvoi. Dia menduga para pemuda yang konvoi terlibat kesalahpahaman dengan kelompok lain saat di jalanan.

"Sebenarnya ini berawal sekitar jam 2 ada rolling motor anak-anak berawal dari itu. Kalau dibilang perang itu tidak terjadi, kemudian antar kelompok mereka terjadi miss komunikasi maka terjadi pembakaran motor," katanya.

ADVERTISEMENT

Polisi masih mendalami penyebab hingga terjadi pembakaran sepeda motor. Identitas pemilik kendaraan akan ditelusuri untuk mengetahui penyebab pasti pembakaran motor ini.

"Kami masih selidiki yang pasti dari motor kita akan tahu siapa pemiliknya nanti dari situ kita bisa tahu," tutur Aris.

Polisi juga masih mendalami keterangan lima orang yang ditangkap. Pihaknya akan mengusut keterlibatan masing-masing terduga pelaku dalam peristiwa tersebut.

"Terus termasuk yang lima orang nanti kita akan dalami apa kepentingannya di sekitar lokasi," ungkapnya.

"Jelas kami akan mintai keterangan terkait dengan kejadian lalu kepentingan yang bersangkutan," pungkas Aris.



(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads