detikBali
Internasional

Agen Imigrasi AS Tembak Mati Warga, Dikecam Artis Hollywood-Picu Demo Besar

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Agen Imigrasi AS Tembak Mati Warga, Dikecam Artis Hollywood-Picu Demo Besar


Yulida Medistiara - detikBali

People mourn at a makeshift memorial in the area where 37-year-old Alex Pretti was shot dead by federal immigration agents earlier in the day in Minneapolis, Minnesota, on January 24, 2026. Federal immigration agents shot dead a man in Minneapolis on Saturday, in the second fatal shooting of a civilian during the Trump administrations unprecedented operation in the city, sparking fresh protests and outrage from state officials. The death came less than three weeks after US citizen Renee Good was shot and killed by an ICE officer. (Photo by ROBERTO SCHMIDT / AFP)
Orang-orang berduka di tugu peringatan sementara di area tempat Alex Pretti ditembak mati oleh agen imigrasi federal di Minneapolis, Minnesota, pada 24 Januari 2026. (Foto: AFP/ROBERTO SCHMIDT)
Denpasar -

Agen imigrasi Amerika Serikat (AS) kembali menembak mati seorang warga negara AS di Minneapolis. Insiden kedua kalinya di bulan ini menuai kecaman dari artis Hollywood hingga memicu demonstrasi besar-besaran.

Dilansir dari detikNews pada Minggu (25/1/2026), warga bernama Alex Pretti (37) ditembak dan dibunuh saat bergumul dengan petugas imigrasi di jalanan Kota Midwest. Insiden ini terjadi kurang dari tiga pekan setelah seorang petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) menembak mati Renee Good (37) di dalam mobilnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Departemen Keamanan Dalam Negeri menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan. Disebutkan seorang agen Patroli Perbatasan melakukan penembakan untuk membela diri setelah seorang pria mendekat dengan pistol dan melawan upaya untuk melucuti senjatanya.

Namun, video dari saksi mata di lokasi kejadian menunjukkan pria tersebut, yang diidentifikasi sebagai Alex Pretti, memegang telepon di tangannya, bukan senjata api. Pretti kala itu disebut sedang mencoba membantu para pengunjuk rasa lain yang telah didorong ke tanah oleh agen.

ADVERTISEMENT

Video tersebut juga memperlihatkan Pretti sedang merekam saat seorang agen federal mendorong seorang wanita dan mendorong orang lain ke tanah. Pretti bergerak di antara agen dan para wanita. Ia kemudian mengangkat lengan kiri untuk melindungi diri dan berbalik saat agen menyemprotkan merica.

Saat Pretti berbalik dan mencoba membantu wanita yang terjatuh, agen imigrasi tersebut terus menyemprotnya. Agen itu menariknya menjauh dari wanita tersebut dan Pretti dipaksa berlutut. Salah satu dari mereka menarik sesuatu dari pinggang Pretti lalu dengan cepat menjauh dari tempat kejadian.

Beberapa saat kemudian, seorang petugas dengan pistol melepaskan empat tembakan ke punggung Pretti. Beberapa tembakan lagi kemudian terdengar saat agen lain tampak menembak Pretti.

Selanjutnya semua agen mundur dari jasad Pretti. Beberapa agen kemudian tampak menawarkan bantuan medis kepada Pretti saat ia terbaring di tanah, sementara agen lain menjaga agar para penonton tidak mendekat.

Dikecam Artis Hollywood dan Picu Demo Besar

Insiden penembakan itu memicu protes besar. Ratusan massa menggelar demonstrasi untuk menghadapi agen bersenjata dan bertopeng yang menggunakan gas air mata dan granat kejut. Demonstrasi juga terjadi di New York, Washington D.C., dan San Francisco, di antara kota-kota lainnya.

Kecaman juga datang dari berbagai pihak. Termasuk artis Hollywood, Olivia Wilde.

Olivia Wilde menggunakan penampilan karpet merahnya saat menghadiri Festival Film Sundance di Park City, Utah. Ia mengecam pembunuhan seorang demonstran Amerika yang ditembak mati di jalanan Minneapolis oleh agen imigrasi federal.

Ia menyoroti kematian demonstran kedua di tangan agen federal imigrasi yang hanya berjarak tiga pekan. "Saya tidak percaya bahwa kita menyaksikan orang-orang dibunuh di jalanan," kata Wilde, Minggu (25/1).

"Orang-orang Amerika pemberani ini yang telah turun ke jalan untuk memprotes ketidakadilan dari 'petugas' ICE ini, dan menyaksikan mereka dibunuh. Itu tak terbayangkan. Kita tidak bisa menormalkannya," imbuhnya.

Insiden penembakan itu juga meningkatkan ketegangan antara pejabat negara bagian dan federal. Mereka diketahui sudah berselisih dengan pemerintahan Donald Trump terkait penembakan warga negara AS lainnya, Renee Good, pada 7 Januari lalu.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)










Hide Ads