Fakta baru terungkap terkait pria asal Jawa Barat (Jabar) yang ditemukan tewas di Pantai Gau, Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Minggu (19/4/2026). Pria bernama Gifar Fadillah Suryana itu ternyata hendak menikmati matahari terbit (sunrise) di Pantai Melasti sebelum tewas.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan Gifar ternyata sempat menyewa motor dari warga bernama Pedro Baptista Abu. Motor jenis Scoopy hitam dengan nomor polisi DK 2941 QN tersebut disewa seharga Rp 160 ribu dan diantar kepada Gifar pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 03.50 Wita.
"Saksi sempat menanyakan kepada korban, an Gifar Fadillah Suryana mau kemana pagi-pagi menyewa sepeda motor dan korban an Gifar Fadillah Suryana mengatakan/menjawab memang sengaja pagi mau pergi ke Pantai Melasti mau melihat sunrise (matahari pagi)," ujar Adi, Rabu (22/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Adi, kakak kandung Gifar, Gita Nurlina Suryana, mengungkapkan menerima pesan WhatsApp dari ibunya yang berisi tangkapan layar unggahan Instagram korban. Unggahan tersebut memperlihatkan pemandangan laut dan tebing di pinggir pantai yang diduga diambil pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.
"Dari story korban yang sempat dilihat pihak keluarga, korban sempat posting sedang berada (antara ditepian atau sedang berada di tengah laut di atas bebatuan) dan air laut tampak mulai membesar," jelas Adi.
Polisi kemudian menelusuri rekaman closed-circuit television (CCTV) di area Pantai Melasti. Hasil pemeriksaan, Gifar terlihat memasuki kawasan Pantai Melasti menggunakan motor pukul 05.43 Wita. Selanjutnya, pada pukul 05.55 Wita, Gifar terpantau berada di area parkir dan turun dari sepeda motor.
Sekitar pukul 06.19 Wita, Gifar terlihat berjalan seorang diri menyusuri pinggir pantai menuju arah tebing saat kondisi air laut masih surut. Polisi menduga korban berjalan sendirian menyisir pantai ke arah barat sebelum akhirnya terseret arus. Namun, belum dapat dipastikan apakah korban sempat berenang atau terjatuh.
"Korban belum diketahui pasti mandi atau terjatuh. Cctv yg didapat dari beberapa tempat, terlihat diduga korban berjalan sendirian menyisir pantai ke arah barat," terang Adi.
Adi mengungkapkan pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah Gifar akan dibawa pulang untuk disemayamkan.
(dpw/dpw)

