Nasib nahas dialami Krisno, pemuda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang datang ke Bali untuk mencari pekerjaan. Alih-alih mendapat kerja, ia mengaku menjadi korban sindikat lowongan kerja palsu, disekap, disiksa, dan diperas Rp 100 juta sebelum akhirnya kabur dalam kondisi babak belur.
Kasus tersebut menjadi salah satu berita yang paling menyita perhatian pembaca detikBali sepanjang sepekan. Selain itu, penertiban anak punk dan manusia silver yang mengaku bisa meraup hingga Rp 600 ribu per hari di Kuta juga menjadi sorotan.
Perhatian pembaca juga tertuju pada kasus seorang pria di Jembrana yang meninggal dunia setelah meminum cairan potas di hadapan istri dan anak-anaknya. Berikut rangkuman tiga berita terpopuler sepekan dari Bali yang dirangkum dalam rubrik Bali Sepekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencari Kerja Asal Sumba Ngaku Disekap
Krisno mengaku menjadi korban sindikat lowongan kerja palsu setelah datang ke Bali untuk mencari pekerjaan. Ia mendapat informasi lowongan kerja pada 4 Mei 2026 dari seseorang yang mengaku sebagai bos perusahaan.
"Tanggal 4 Mei saya dapat informasi lowongan pekerjaan lewat aplikasi online oleh oknum yang mengatakan dirinya bos. Ternyata dia adalah sindikat mafia," ujarnya.
Beberapa hari kemudian, Krisno mengikuti wawancara kerja di Hotel Liberta Seminyak. Namun, setelah wawancara selesai, seluruh barang pribadinya disebut dirampas.
"HP saya diambil, iPhone, laptop diambil, koper bahkan baju saya diambil. Saya tidak punya apa-apa lagi," ucapnya.
Krisno kemudian dipindahkan ke Hotel Libertas Kedonganan dan dituduh mencuri serta melakukan pelecehan. Ia mengaku disiksa selama berjam-jam dan keluarganya diminta mengirim uang tebusan Rp 100 juta.
Pada 9 Mei 2026 dini hari, Krisno berhasil kabur saat para penjaga tertidur. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polresta Denpasar dan kini masih dalam penyelidikan polisi.
Anak Punk di Usir dari Rumah Kosong
Satpol PP Badung dan Pecalang Banjar Abianbase Kuta mendatangi rumah kosong yang menjadi markas anak jalanan di persimpangan Jalan Imam Bonjol, Rabu (10/6/2026). (Foto: Dok. Satpol PP Badung). |
Satpol PP Badung mengamankan sembilan anak punk dan manusia silver yang tinggal di bangunan kosong di kawasan Jalan Imam Bonjol, Kuta.
"Kami temukan pada waktu itu dia sedang tidur, jumlahnya sembilan orang," ujar Komandan Regu Satpol PP BKO Kuta I Wayan Suantara.
Dari hasil pendataan, mereka berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Petugas juga menemukan sebagian besar sudah berusia dewasa.
Saat diperiksa, mereka mengaku memperoleh penghasilan antara Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu per hari dari mengamen dan menjadi manusia silver.
"Dia melakukan aktivitas mungkin selama empat jam atau lima jam (menjadi manusia silver)," kata Suantara.
Pria di Jembrana Tewas Minum Racun
Peristiwa tragis terjadi di Kecamatan Jembrana. Seorang pria berinisial EN meninggal dunia setelah meminum cairan potas di rumahnya pada Selasa (9/6/2026).
Kapolsek Jembrana Iptu Ngurah Widiatmika mengatakan peristiwa itu diduga dipicu persoalan rumah tangga yang sedang dihadapi korban.
"Ya, benar (kejadian tersebut)," ungkap Widiatmika.
Menurut polisi, EN sempat terlibat pertengkaran dengan istrinya sebelum keluar rumah. Tak lama kemudian, ia mengambil cairan potas dan kembali ke rumah.
"Saking cepatnya kejadian, pihak keluarga tidak sempat melakukan pencegahan. Istri dan anak-anak korban tidak sempat mencegah," imbuh Widiatmika.
Korban sempat dilarikan ke RSU Bunda Jembrana. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada malam yang sama.
(dpw/dpw)













































