detikBali

AS Jalin Kontak dengan Oposisi Israel, Isu Pergantian Netanyahu Menguat

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pantai Sanur Tercemar Air Limbah, PUPR Turun Tangan


Ahmad Firizqi Irwan - detikBali

Dinas PUPR Denpasar bersama pihak terkait mengecek dan mengeruk air limbah di Pantai Segara Ayur, Sanur, Senin (22/6/2026).
Dinas PUPR Denpasar bersama pihak terkait mengecek dan mengeruk air limbah di Pantai Segara Ayur, Sanur, Senin (22/6/2026). (Foto: Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Pantai Segara Ayu, Desa Sanur Kaja, Denpasar, mendadak disorot setelah air keruh menyerupai limbah mengalir deras ke kawasan pantai. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Denpasar langsung turun ke lokasi untuk mengecek.

Tak hanya inspeksi, petugas DPUPR juga menurunkan alat berat ekskavator untuk mengeruk area pasir yang diduga menjadi titik keluarnya air tersebut. Dari hasil pengerukan, air berwarna hitam pekat terlihat keluar disertai bau menyengat.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Denpasar Ketut Ngurah Artha Jaya mengatakan, temuan awal menunjukkan air berasal dari saluran drainase yang tersumbat dan meluap ke area pantai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita lihat ada air mirip limbah yang keluar dan sedikit berbau," ujarnya di lokasi, Senin (22/6/2026).

Artha menjelaskan PUPR kini masih melakukan penelusuran menyeluruh terkait sumber dan jalur aliran air tersebut. Investigasi turut melibatkan sejumlah pihak terkait.

ADVERTISEMENT

"Hasil sementara masih dilakukan pengecekan. Ada lumbang (drainase) yang membuang/mengaliri air hingga ke laut," jelasnya.

"Sedangkan dari ujung, lokasi meluapnya air itu banyak pasir yang menghambat dan membuat air mengendap," sambungnya.

Tim UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi Bali juga turun langsung ke lokasi untuk mengambil sampel air guna diuji lebih lanjut.

Dari pemeriksaan awal menggunakan alat WalkLab, diketahui tingkat keasaman (pH) air berada di angka 6,29, yang disebut mendekati karakteristik air limbah.

"Ini masih dicek, hasil pastinya masih nunggu lima hari lagi," kata Ngurah Artha.

Di sisi lain, Kelompok Kerja Lingkungan Provinsi Bali sekaligus aktivis lingkungan I Gusti Rai Ari Temaja alias Gung Nik turut melakukan sidak untuk memastikan sumber air yang mengalir ke pantai.

"Memang biar tidak saling menyangka ya, kita atensi segera. Apapun yang kita informasikan segera," ujarnya.

Sejak pukul 09.00 Wita hingga 12.00 Wita, tim melakukan penelusuran tidak hanya di bibir pantai, tetapi juga pada jalur drainase yang diduga menjadi aliran air ke laut.

"Kita melakukan investigasi jalur yang mengalir. Nah ini kita melakukan pengamatan, bagaimanapun nanti kita harus mencegah biar tidak sampai aor limbah masuk ke Pantai kan," ungkapnya.

Dalam penelusuran awal, muncul dugaan air berasal dari limbah usaha di sekitar lokasi, namun hal itu masih belum dapat dipastikan.

"Tapi ini masih dugaan, kita masih mencari lebih pasti penyebabnya," imbuhnya.

Jika nantinya ditemukan pelanggaran, ia menegaskan akan ada penindakan sesuai aturan yang berlaku, mulai dari pembinaan hingga penertiban.

"Ya pasti, sesuai aturan yang ada. Penertiban, pembinaan dulu dan sebagainya ini tetap. Bagaimana pun kita sesuai dengan aturan yang ada," tegasnya.

Saat sidak berlangsung, Satpol PP hingga Polda Bali juga turut mengawasi proses investigasi di lapangan.

Hingga kini, tim masih menunggu hasil uji laboratorium dan pendalaman lanjutan untuk memastikan sumber pasti air yang mengalir ke Pantai Segara Ayu tersebut.




(dpw/dpw)










Hide Ads