detikBali

Sulitnya Merealisasikan Bantuan untuk Para Disabilitas Mental di Badung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mahasiswa Bali Desak Prabowo Pecat Menteri HAM Natalius Pigai


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Mahasiswa di Bali gelar aksi di depan Gedung DPRD Bali, Senin (22/6/2026).
Mahasiswa di Bali gelar aksi di depan Gedung DPRD Bali, Senin (22/6/2026). (Foto: Rizki Setyo/detikBali)
Denpasar -

Mahasiswa di Bali mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi dan mencopot Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai karena dinilai lemah dalam mengawal isu-isu HAM. Desakan itu disampaikan salah seorang mahasiswa saat berunjuk rasa di depan DPRD Bali, Senin (22/6/2026).

"Kami meminta Presiden Prabowo untuk mencopot Menteri Hak Asasi Manusia yang bagaimana hari ini tidak menjalankan tugas-tugasnya untuk mengawal isu-isu HAM," kata mahasiswa tersebut.

Selain Menteri HAM, mahasiswa juga meminta Prabowo mengevaluasi menteri maupun pejabat lain yang dinilai memiliki komunikasi publik yang kurang baik. Dalam orasinya, ia juga menyinggung pernyataan Prabowo yang menyarankan masyarakat mempelajari bahasa asing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begitu juga Bapak Prabowo yang menyarankan untuk belajar bahasa Prancis, bahasa-bahasa luar. Tetapi, Bapak Prabowo sendiri untuk menghitung 10 tambah 6 hasilnya 17. Itu yang harus dievaluasi Bapak Presiden Prabowo," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Mereka meminta agar kedua program tersebut dievaluasi bersama agar tidak menjadi ladang korupsi.

"Ini harus dievaluasi bersama. Bagaimana ke depannya agar MBG ini benar-benar tersalurkan dan bukan ladang korupsi," ujarnya.

"Itu yang mungkin harus kita kawal bersama-sama agar negara kita ini terlepas daripada orang-orang yang korupsi, orang-orang yang mementingkan kepentingan dirinya sendiri, bukan malah kepentingan rakyat," beber mahasiswa tersebut.

Atas dasar itu, para mahasiswa menggelar aksi yang mengatasnamakan rakyat Indonesia. Mereka meminta Presiden Prabowo berbenah, baik secara pribadi maupun dalam kapasitasnya sebagai kepala negara.




(dpw/dpw)










Hide Ads