detikBali

Jalan Subak Sari-Umalas Dibangun, Alternatif Kemacetan Canggu

Terpopuler Koleksi Pilihan

Jalan Subak Sari-Umalas Dibangun, Alternatif Kemacetan Canggu


Agus Eka Purna Negara - detikBali

Proses penataan lahan jalan baru tembus Subak Sari-Umalas di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Senin (29/6/2026).
Foto: Proses penataan lahan jalan baru tembus Subak Sari-Umalas di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Senin (29/6/2026). (Agus Eka/detikBali)
Badung -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung sedang mengebut pengerjaan proyek jalan tembusan baru yang menghubungkan kawasan Tibubeneng menuju Umalas, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara. Infrastruktur strategis senilai puluhan miliar rupiah tersebut kini telah memasuki tahapan fisik berupa pemadatan lahan dan penataan jalur pedestrian.

"Kami melaksanakan pembangunan dan peningkatan jalan di koridor Subak Sari atau Batu Bolong, Umalas, hingga Jalan Semer. Pagu anggarannya mencapai Rp 74 miliar lebih," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, I Nyoman R Karyasa, Senin (29/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengerjaan jalan tersebut bersumber dari Pinjaman Daerah Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) Tahun Anggaran 2026, yang ditargetkan selesai dalam hitungan bulan agar jalur alternatif ini dapat segera dilalui oleh kendaraan publik. Proyek tersebut sudah berproses sejak pertengahan Juni lalu.

"Kontraknya sudah sejak 12 Mei 2026 lalu. Jangka waktu penyelesaian selama 210 hari kalender," ujar Karyasa.

ADVERTISEMENT

Pantauan di lokasi, aktivitas alat berat kini berfokus pada pemadatan lahan terutama di jalur tembusan baru dari arah Jalan Subak Sari, Desa Tibubeneng. Trase jalan baru ini membelah lahan kosong di kawasan komersial dekat Cafe del Mar dan langsung mengarah ke Umalas, Kerobokan Kelod.

"Teknis pengawasan di lapangan diserahkan penuh kepada PT Jakarta Rencana Selaras yang bekerja sama dengan PT Manik Tribuwana lewat skema Kerja Sama Operasional atau KSO. Evaluasi berkala terus kami lakukan agar realisasi fisik di area jalan baru ini berjalan sesuai dengan rencana," tuturnya.

Sementara itu, titik pengerjaan di wilayah Umalas, tepatnya pada ruas Jalan Umalas Klecung, difokuskan pada peningkatan kualitas struktur aspal dan pembuatan fasilitas pejalan kaki. Pekerja di lokasi tampak masih membangun struktur pondasi trotoar baru pada kedua sisi jalan.

Proses penggalian bakal trotoar itu baru dikerjakan hingga sekitar 700 meter lebih. Jalur pedestrian ini nantinya akan tersambung langsung dengan jalan baru tembusan Jalan Subak Sari. Karyasa berharap keberadaan jalan ini menjadi akses jalan alternatif untuk menjawab penanganan titik kemacetan di kawasan wisata Canggu, Petitenget, dan sekitarnya.

Sebelumnya, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menegaskan fokus kebijakan dan anggaran Pemkab Badung sedang difokuskan untuk membangun infrastruktur jalan guna mengatasi masalah kemacetan yang mengancam keberlanjutan pariwisata daerah.

"Isu kemacetan, mulai saya lakukan sekarang. Mulai kebijakan pembangunan, kebijakan anggaran kita mulai berpihak kepada infrastruktur," kata Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional di Pemkab Badung, Rabu (24/6/2026).

Pembangunan ini ditargetkan menyasar tiga jalur vital di kawasan wisata di Badung selatan. Proyek strategis tersebut mencakup pengerjaan jalur penghubung Berawa/Batu Bolong menuju Teuku Umar Barat, akses dari Uluwatu menuju Melasti hingga Lingkar Selatan, serta rute dari Ayana menuju Uluwatu, Pecatu, Kuta Selatan.

Adi Arnawa menegaskan pesona budaya saja tidak cukup untuk mempertahankan minat kunjungan jika tidak didukung oleh jaminan kenyamanan serta keamanan infrastruktur yang memadai. Penataan moda transportasi dan aksesibilitas dianggap mendesak.




(hsa/hsa)










Hide Ads