detikBali

Hilang Sehari, Lansia 80 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Tanjung Benoa

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Hilang Sehari, Lansia 80 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Tanjung Benoa


Fabiola Dianira - detikBali

Proses evakuasi jenazah lansia 80 tahun yang ditemukan mengapung di perairan Pantai Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Minggu (5/7/2026).
Proses evakuasi jenazah lansia 80 tahun yang ditemukan mengapung di perairan Pantai Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Minggu (5/7/2026). (Foto: Dok. Polresta Denpasar)
Badung -

Seorang pria lanjut usia (lansia) berusia 80 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di perairan Pantai Tanjung Benoa, Badung, Bali, Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. Korban ditemukan sekitar 40 meter dari bibir pantai, tepatnya di depan Hotel Peninsula, Banjar Terora, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan.

"Ditemukan seorang yang mengapung di perairan pantai depan Hotel Peninsula, Banjar Terora, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Senin (6/7/2026).

Korban diketahui bernama I Wayan Dapet (80). Berdasarkan keterangan keluarga, Dapet terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.00 Wita tanpa tujuan yang jelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keesokan harinya sekitar pukul 10.00 Wita, seorang warga bernama I Ketut Suata melihat sesosok tubuh mengapung di perairan depan Hotel Peninsula. Saksi kemudian melaporkan temuan itu kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Benoa.

ADVERTISEMENT

Laporan tersebut diteruskan kepada personel Satpolairud Polresta Denpasar yang saat itu sedang melaksanakan operasi SAR terbatas bersama Basarnas di kawasan Pantai Green Bowl. Tim gabungan Satpolairud, Basarnas, dan Balawista kemudian menuju lokasi menggunakan jet ski untuk mengevakuasi korban.

Saat ditemukan, korban dalam posisi tengkurap dengan tangan kanan tersangkut pada pelampung yang biasa digunakan sebagai tambatan jukung. Setelah dievakuasi ke darat, warga sekitar mengenali korban sebagai warga Banjar Pande, Kelurahan Benoa.

"Setelah itu dilakukan evakuasi tubuh korban ke tepian pantai, masyarakat yang ada di sekitarnya mengenali korban sebagai salah seorang warga Banjar Pande, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung," kata Adi.

Pihak keluarga kemudian dihubungi dan membenarkan identitas korban. Kepada polisi, keluarga menjelaskan korban telah lama mengalami gangguan mental dan kerap berjalan keluar rumah seorang diri.

"Keluarga korban memberikan keterangan bahwa sejak lama korban menderita sakit keterbelakangan mental dan sudah sangat sering keluar rumah, hingga ditemukan oleh masyarakat yang mengenalinya dan membawanya pulang. Memang hampir setiap hari korban keluar rumah berjalan kaki yang tidak bisa dicegah oleh pihak keluarga," jelasnya.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans untuk menjalani prosesi keagamaan. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan membuat laporan polisi karena meyakini tidak ada unsur pidana.




(dpw/dpw)










Hide Ads