Keluarga almarhumah dr Elisa Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha memenuhi panggilan dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT). Keluarga memberi keterangan terkait keterlibatan tiga anggota DPRD TTU yang diduga mengintimidasi Dokter Icha.
Ayah Dokter Icha, Gabriel Pakaenoni, mendesak BK DPRD TTU menjatuhkan sanksi tegas kepada tiga anggota dewan tersebut. Ketiga anggota DPRD TTU itu, yakni Therensius Lazakar, Norbertus Tubani, dan Veronika Lake.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya meminta BK DPRD benar-benar menegakkan kebenaran dan keadilan berdasarkan data dan fakta yang ada," kata ayah Dokter Icha, Gabriel Pakaenoni, Senin (6/7/2026).
Gabriel mengatakan dirinya telah memberikan keterangan sesuai fakta dan data yang dimiliki keluarga. Menurutnya, BK DPRD TTU sempat menanyakan mengenai kronologi kejadian dan dugaan intimidasi oleh anggota dewan hingga Dokter Icha tertekan dan mengakhiri hidup dengan bunuh diri.
Sidang pemeriksaan itu dipimpin langsung Ketua BK DPRD TTU Maximus Taek bersama dua anggota BK Hubertus Bana dan Felix Anunut. Sidang berlangsung tertutup.
Ibu kandung Dokter Icha, pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) TTU, dan penasihat hukum mereka Viktor Manbait tidak diizinkan masuk ke ruang sidang BK DPRD TTU. Mereka hanya menunggu dan berdoa di luar ruang sidang.
"Saya heran tidak diizinkan masuk. Padahal korban menyampaikan insiden dugaan intimidasi itu kepada kedua orang tuanya," ujar Gabriel.
(iws/iws)

