Seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Ni Luh Gendri tewas terjatuh di aliran Tukad Lutung, Banjar Lokaserana, Desa Siangan, Gianyar, Bali. Nenek berusia 68 tahun itu terpeleset dan terjatuh lantaran gagal melompat ke seberang sungai.
"Hasil pemeriksaan dokter, korban dinyatakan sudah meninggal dunia," ungkap Kapolsek Gianyar Kompol I Made Adi Suryawan dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Suryawan mengatakan peristiwa itu baru dilaporkan sekitar pukul 13.00 Wita. Menurutnya, jasad Luh Gendri telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Sanjiwani Gianyar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yudi Astawa, keponakan Luh Gendri, menuturkan bibinya semula berpamitan untuk mencari kelapa sekitar pukul 09.30 Wita. Menurutnya, Gendri sudah biasa mencari kelapa di sekitar sungai tersebut bersama pamannya atau istri Gendri bernama Wayan Sukarma.
Setelah mengumpulkan beberapa kelapa, Gendri dan Sukarma hendak pulang ke rumah. Gendri yang bermaksud berjalan lewat area hutan di sisi utara kemudian melompati cekungan sungai kecil. Nahas, Gendri terpeleset saat melompat ke tanah di sisi seberang sungai.
Menurut Yudi, Sukarma tidak tahu jika Gendri terjatuh ke sungai dan tewas. Sukarma sempat kebingungan lantaran Gendri tak kunjung pulang ke rumah.
Sekitar pukul 12.00 Wita, Sukarma meminta anak dan keluarga lainnya untuk mencari keberadaan Gendri. Setelah satu jam pencarian, Gendri akhirnya ditemukan tergeletak kaku di sungai dengan kedalaman sekitar 5 meter itu.
"Mulai jam 12 siang kami mencari. Sejam mencari ternyata bibi saya tergeletak di dasar sungai," tutur Yudi. Sementara itu, keluarga telah menggelar upacara pembersihan di sungai atau lokasi Gendri terjatuh.
(iws/iws)

