BRI Singaraja membangun jalan beton di Desa Bebetin, Buleleng, Bali. Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) senilai Rp250 juta tersebut bertujuan memperbaiki akses petani mengangkut hasil perkebunan dan pertanian.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menuturkan pembangunan infrastruktur dasar merupakan salah satu bentuk dukungan bank pelat merah itu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian pedesaan. "Melalui program BRI Peduli, kami ingin menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat," tuturnya melalui keterangan tertulis Selasa (30/6/2026).
Jalan di sejumlah titik di Desa Bebetin mulanya berupa tanah. Bantuan BRI menghubungkan jalan beton yang dikerjakan swadaya masyarakat setempat.
Pembangunan jalan beton oleh BRI melibatkan warga Desa Bebetin dan memakan waktu selama lima bulan. Proyek tersebut sempat terkendala hujan, tapi kini telah rampung dan dapat dimanfaatkan warga.
BRI, Hery melanjutkan, tidak hanya berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan, tapi juga berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program sosial yang berdampak positif bagi masyarakat. "Kami percaya pembangunan infrastruktur yang memadai akan membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat, karena itu BRI akan terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang selaras dengan kebutuhan di setiap daerah," ujarnya.
Hery berharap bantuan pembangunan jalan beton dapat meningkatkan aksesibilitas menuju lahan pertanian dan perkebunan, terutama saat musim hujan. aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih lancar dan efisien. "Bantuan pembangunan jalan untuk akses pertanian dan perkebunan di Desa Bebetin diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas petani, serta mempermudah distribusi hasil pertanian sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbekel Bebetin, Gede Susanta, berterima kasih kepada BRI atas bantuan yang diberikan melalui program TSJL tersebut. Pembangunan jalan beton sangat membantu masyarakat, khususnya para petani yang selama ini mengandalkan jalur tersebut untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. "Dengan kondisi jalan yang lebih baik, akses menuju lahan pertanian menjadi lebih mudah dan proses pengangkutan hasil panen juga semakin lancar," katanya.
Kelian Banjar Dinas Manuksesa, Made Budiasa, menuturkan sebelum memperoleh bantuan dari BRI, sebagian ruas jalan menuju lahan pertanian masih berupa tanah sehingga menyulitkan petani saat panen. Kini, jalan tersebut dibeton sehingga mobilitas petani menjadi lebih lancar.
Budiasa menambahkan, sekitar 150 petani di Banjar Dinas Manuksesa memanfaatkan jalan tersebut untuk aktivitas sehari-hari. Keberadaan jalan beton diharapkan mampu meningkatkan kelancaran distribusi hasil pertanian sekaligus mendukung perekonomian masyarakat desa.
"Sekarang akses menjadi lebih lancar untuk mendukung perekonomian warga, terutama saat mengangkut hasil panen buah dan padi," imbuh Budiasa.
(gsp/gsp)

