Peluang saham Indonesia untuk kembali menambah konstituen di indeks global MSCI kembali tertutup. Dalam Tinjauan Indeks Agustus 2026, penyedia indeks global tersebut memutuskan melanjutkan kebijakan khusus terhadap saham Indonesia sehingga tidak ada penambahan saham RI ke dalam indeksnya.
Berdasarkan pengumuman yang dirilis hari ini, MSCI tetap mempertahankan kebijakan pembekuan yang telah diberlakukan sebelumnya. Dengan demikian, seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS) masih dibekukan.
Selain itu, MSCI juga tidak akan menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Penyedia indeks tersebut juga tidak akan melakukan penyesuaian segmen ukuran indeks bagi saham Indonesia, termasuk perpindahan dari Small Cap ke Standard.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak melakukan penambahan saham ke dalam MSCI Investable Market Indexes," tulis pengumuman MSCI, Selasa (7/7/2026), dilansir dari detikFinance.
Tak hanya itu, MSCI juga tetap menghapus saham Indonesia yang berstatus High Shareholding Concentration (HSC) dari indeks globalnya. Lembaga tersebut juga akan menggunakan keterbukaan kepemilikan saham sebesar 1% untuk menyesuaikan estimasi free float.
"Menghapus saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka High Shareholding Concentration (HSC)," terangnya.
Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!
(dpw/dpw)

