Dua jenazah anak buah kapal (ABK) ditemukan di sekitar kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Jumat (10/4/2026) pagi. Saat ditemukan, kedua korban dalam kondisi terbakar.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 Wita di depan restoran Tuna Sirip Biru. Kedua korban diketahui bernama Egi dan HA (28) diduga menjadi korban pengeroyokan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, saat ini Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa bersama Sat Reskrim Polresta Denpasar masih melakukan penyelidikan intensif dan memburu para pelaku.
Menurut keterangan saksi, keributan pertama kali terdengar pada Jumat sekitar pukul 04.30 Wita. Salah seorang saksi, Yos Barliansyah (56), mengaku mendengar suara ribut-ribut dari arah Jalan Raya Pelabuhan Benoa.
"Saksi keluar dan melihat ada beberapa orang membakar korban, kemudian menghubungi Kelian Adat Banjar Pesanggaran," kata Adi, Jumat (10/4/2026).
Saksi lain, Budi Listiyono (25), calon ABK asal Semarang, mengaku sempat bersama Egi, HA, dan satu orang lain, Isam, sebelum kejadian. Mereka diketahui sempat minum minuman keras (miras) di kawasan Benoa.
Sekitar pukul 02.30 Wita, mereka berencana membeli miras lagi menggunakan ojek online. Namun karena tidak menemukan warung yang masih buka di kawasan traffic light Pesanggaran, mereka memutuskan berjalan kaki kembali ke arah Benoa.
Saat duduk di depan restoran Tuna Sirip Biru, tiba-tiba datang sekitar enam hingga tujuh orang menggunakan sepeda motor. Korban langsung dikeroyok oleh orang-orang tak dikenal tersebut.
"Saksi bersama dua korban langsung dipukul dan dikeroyok. Saksi kemudian melarikan diri dan bersembunyi di belakang restoran," lanjutnya. Beberapa saat kemudian, saksi mengetahui kedua rekannya telah meninggal dunia.
Saksi lain, Wayan Diyantara (55), pecalang Banjar Pesanggaran, mengaku menerima telepon dari Kelian Adat sekitar pukul 04.54 Wita terkait adanya keributan.
Saat tiba di lokasi sekitar pukul 05.00 Wita, Diyantara bersama rekannya melihat kobaran api dan mendapati dua orang terbakar di area rawa depan restoran tersebut. Diyantara langsung menghubungi polisi. Petugas jaga Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Dari identitas yang berhasil dihimpun, salah satu korban diketahui berinisial HA (28), laki-laki asal Semarang. Korban ditemukan mengenakan kaos cokelat dan celana jeans pendek warna biru. Korban mengalami luka bakar pada kedua tangan dan punggung, serta sejumlah luka terbuka di bagian kepala dan pelipis.
Korban lainnya diketahui bernama Egi, namun hingga kini identitas lengkapnya masih belum diketahui. Saat ditemukan, korban berada di posisi sebelah utara lokasi kejadian dalam kondisi tidak mengenakan baju dan memakai celana jeans panjang serta kaos kaki hitam.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban mengalami luka robek pada bagian pinggang kanan sisi bawah dan atas, serta luka terbuka pada pelipis kanan bagian atas.
Di lokasi kejadian, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua topi, satu sepatu hitam sebelah kiri, beberapa sandal, dompet berisi identitas korban dan uang kertas Malaysia, charger ponsel, jam tangan, botol parfum, botol bekas bahan bakar yang meleleh, potongan kayu balok, anting, serta dua unit telepon genggam.
Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto Diputra mengatakan, tim kepolisian masih bergerak di lapangan untuk mengungkap fakta-fakta terkait peristiwa itu, termasuk identitas kedua korban dan penyebab pasti kematian.
"Terkait penemuan 2 jenazah di sekitar Pelabuhan Benoa, saat ini peristiwa tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman oleh pihak kami," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026).
"Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah terdapat hasil penyelidikan awal dan data yang dapat dipastikan," tutupnya.
(nor/nor)

