detikBali

Musim Kemarau, Lapak Semangka Segar Menjamur di Jalur Pantai Kusamba

Terpopuler Koleksi Pilihan

Musim Kemarau, Lapak Semangka Segar Menjamur di Jalur Pantai Kusamba


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Penjual semangka musiman di jalan pantai Kusamba, Desa Gunaksa-Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung Bali, Minggu (21/6/2026).
Foto: Penjual semangka musiman di jalan pantai Kusamba, Desa Gunaksa-Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung Bali, Minggu (21/6/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Semangka segar yang baru dipetik langsung dari ladang petani kini dijual di sepanjang jalan menuju Pantai Kusamba, perbatasan Gunaksa-Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali. Lapak-lapak penjual semangka yang sebelumnya tidak ada, kini menjamur sebagai penanda berhasilnya panen petani di tengah musim kemarau.

Pantauan detikBali, Minggu (21/6/2026), puluhan lapak sederhana dari terpal dan bambu berjejer di bahu jalan perbatasan Gunaksa-Kusamba. Kemunculan lapak-lapak ini terjadi seiring masuknya musim kemarau yang meningkatkan permintaan buah segar dari warga dan wisatawan yang melintas menuju Pantai Kusamba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komang Widyawati, petani yang menjual langsung semangkanya di salah satu lapak, mengatakan semangka merah yang dijual merupakan hasil petik dari sawah. Buah langsung dibawa ke lapak untuk dijual ke pembeli agar tetap segar.

"Semangkanya baru dipetik dari sawah. Dipetik pagi terus langsung dijual," kata Widyawati pada detikBali.

ADVERTISEMENT

Widyawati menjelaskan sistem penjualan semangka musiman ini berbeda dengan pedagang buah pada umumnya. Semangka tidak dijual dengan timbangan, melainkan per biji sesuai ukuran.

"Harganya tidak pakai timbangan, jual per biji. Tergantung besarnya, ada yang Rp 15 ribu, Rp 20 ribu, sampai Rp 40 ribu per biji," jelas Widyawati.

Ia juga mengatakan hasil panen musim ini lebih baik dibanding sebelumnya. Musim tanam lalu ia merugi karena hujan terus-menerus.

"Sebelumnya karena hujan terus saya rugi. Ruginya besar sampai puluhan juta. Sekarang syukur bisa lebih bagus dan mulai jualan begini," ujarnya.

Untuk menarik pembeli, Widyawati memperbolehkan pembeli mencoba semangka terlebih dahulu. Ia juga memberikan garansi pengembalian dan penukaran jika buah yang dibeli tidak merah dan manis.

Tak jauh dari lapak Widyawati, Wayan Suniasih bekerja sebagai penjaga lapak milik petani. Ia mengaku mulai berjualan hari ini dengan upah Rp 80 ribu per hari.

"Saya mulai jualan mulai hari ini. Berapa pun yang laku dapatnya segitu," kata Suniasih.

Lapak semangka musiman di jalan menuju Pantai Kusamba menjual semangka hasil petik langsung dari sawah. Sistem penjualan per biji dengan harga Rp 15 ribu sampai Rp 40 ribu diterapkan pedagang. Pembeli dapat menawar dengan bebas asal tidak berlebihan.

Selain di jalur menuju Pantai Kusamba, para pecinta buah semangka di Klungkung juga bisa melakukan perburuan di sepanjang Bypass Ida Bagus (IB) Mantra.




(hsa/hsa)










Hide Ads