detikBali

Terungkap! Istri Bos Bengkel Bunuh Suami demi Menikah Lagi

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Terungkap! Istri Bos Bengkel Bunuh Suami demi Menikah Lagi


Anang Firmansyah - detikBali

Polisi menetapkan istri korban sebagai tersangka pembunuhan kakek pemilik bengkel di Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, Banyumas, Senin (29/6/2026).
Polisi menetapkan istri korban sebagai tersangka pembunuhan kakek pemilik bengkel di Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, Banyumas, Senin (29/6/2026). (Foto: dok. Polresta Banyumas)
Jakarta -

Keinginan menikah dengan pria lain diduga menjadi alasan IF alias Y (61) tega merencanakan pembunuhan terhadap suaminya sendiri, EM (67), pemilik bengkel yang ditemukan tewas di rumahnya di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas. Polisi kini telah menetapkan IF sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Dari hasil penyelidikan dan gelar perkara, kami menetapkan satu orang tersangka, yakni istri sah korban sendiri IF alias Y (61). Penetapan ini didasarkan pada alat bukti yang cukup serta hasil pemeriksaan saksi-saksi," kata Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi dalam keterangannya, Senin (29/6/2026), dikutip dari detikJateng.

Petrus mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara mengarah pada motif asmara. Tersangka diduga ingin menjalin hubungan dan menikah dengan pria lain sehingga nekat menghilangkan nyawa suaminya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut hasil penyelidikan sementara, motif di balik peristiwa ini diduga berkaitan dengan keinginan tersangka untuk menjalin hubungan dan menikah dengan pihak lain, yang saat ini penanganannya masih dalam berkas terpisah," katanya.

ADVERTISEMENT

Polisi menduga tersangka tidak hanya mengetahui peristiwa tersebut, tetapi juga turut merencanakan pembunuhan terhadap korban.

"Modus operandi yang dilakukan tersangka adalah dengan turut serta menghilangkan nyawa korban secara terencana. Ini bukan tindakan spontan, melainkan telah dipersiapkan sebelumnya," tegasnya.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 01.30 WIB di kamar rumah korban di Jalan Masjid Baru, Arcawinangun. Korban ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka di tubuhnya.

Hasil penyidikan menemukan indikasi kuat bahwa tersangka diduga ikut merencanakan sekaligus terlibat dalam upaya menghilangkan nyawa suaminya.

"Peran pelaku adalah merencanakan dengan pelaku lain. Dari hasil pemeriksaan tersangka tidak ikut mengeksekusi suaminya," terangnya.

Terbongkar dari Kejanggalan di TKP

Kasus ini terungkap setelah seorang warga berinisial S (54) memberi tahu pelapor MIA (40) bahwa korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya. Saat dicek, korban berada dalam posisi terlentang di atas tempat tidur dengan luka lebam di bagian kepala serta pendarahan pada telinga.

Penyidik kemudian menemukan sejumlah kejanggalan. Salah satunya keterangan tersangka yang dinilai tidak konsisten, termasuk terkait hilangnya sepeda motor korban. Setelah dilakukan pemeriksaan, garasi rumah ternyata masih dalam kondisi terkunci sehingga memunculkan dugaan adanya rekayasa.

"Dari situ, warga bersama perangkat setempat sepakat melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Kami kemudian melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga akhirnya mengerucut pada penetapan tersangka," jelasnya.

Sebelumnya, warga Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, digegerkan dengan penemuan jasad EM di dalam rumahnya pada Sabtu (27/6) dini hari. Korban diduga menjadi korban pembunuhan karena ditemukan dengan sejumlah luka memar di bagian kepala.

Ketua RT 03 RW 09 Kelurahan Arcawinangun, Nartim, mengatakan dirinya mendapat kabar adanya warga meninggal dunia sekitar pukul 02.00 WIB. Ia kemudian mendatangi rumah korban bersama petugas keamanan lingkungan.

"Saya dibangunin, diketuk pintunya itu jam 2 pagi. Terus ke lokasi. Karena di RT ada petugas keamanan, kita musyawarah dulu. Tidak ada yang berani masuk, akhirnya sepakat melihat dari luar, difoto dulu baru keluar lagi. Tidak ada yang berani pegang jasadnya," kata Nartim saat ditemui di kediamannya, Sabtu (27/6).

Saat melihat kondisi korban, Nartim mendapati adanya memar di bagian kepala. Jenazah berada di kamar tidur dan sebagian besar tubuhnya telah ditutupi kain oleh istrinya berinisial IF (61).

"Jasadnya berada di kamar tidur. Ada luka di kepala, memar di bagian kepala. Tubuhnya sudah ditutupi kain, kemungkinan sama istrinya. Untuk melihat lukanya kainnya dibuka sedikit," ujarnya.

Kecurigaan warga semakin menguat setelah mengetahui ada darah yang mengalir dari telinga korban. Menurut Nartim, tetangga yang pertama kali melihat kondisi korban juga menilai kematian korban tidak wajar.

"Dari tetangga yang lihat pertama kali jasadnya juga sudah curiga ini meninggalnya tidak wajar. Kemungkinan besar dibunuh karena ada luka, itu ada darah mengalir dari telinga," ungkapnya.

Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti

Dalam penyidikan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti tersebut antara lain pakaian korban yang berlumuran darah, seprai, potongan kayu, pisau, kabel WiFi, rekaman CCTV dalam flashdisk, dokumen pribadi, hingga telepon genggam milik tersangka.

Sementara itu, sepeda motor korban yang sebelumnya dilaporkan hilang masih dalam proses pengembangan penyidikan.

Artikel ini telah tayang di detikJateng. Baca selengkapnya di sini!




(dpw/dpw)










Hide Ads