detikBali

Diperiksa soal Korupsi Motocross, Eks Sekda NTB Dicecar Belasan Pertanyaan

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Diperiksa soal Korupsi Motocross, Eks Sekda NTB Dicecar Belasan Pertanyaan


Sui Suadnyana, Abdurrasyid Efendi - detikBali

Mantan Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi, saat ditemui di depan lobi Kejati NTB, Kamis (2/7/2026). (Abdurrasyid Efendi/detikBali)
Foto: Mantan Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi, saat ditemui di depan lobi Kejati NTB, Kamis (2/7/2026). (Abdurrasyid Efendi/detikBali)
Mataram -

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Gita Ariadi, dicecar belasan pertanyaan saat diperiksa terkait dugaan korupsi Lombok Sumbawa Motocross Competition 2023. Ia diperiksa oleh penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB.

"Belasan pertanyaan tadi. Saya diperiksa dalam kasus kaitannya dengan penyelenggaraan Lombok-Sumbawa Motocross Competition 2023," kata Lalu Gita saat ditemui di depan lobi Kejati NTB, Kamis (2/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Lalu Gita, pertanyaan yang dilontarkan penyidik perihal pengetahuannya terkait acara Lombok Sumbawa Motocross Competition 2023. Lalu Gita diperiksa sejak pagi. Ia sempat istirahat dan kembali menjalani pemeriksaan hingga sore.

"Ya bagaimana pengetahuan saya tentang LSMC (Lombok Sumbawa Motocross Competition). Apa kaitannya dengan MXGP. Bagaimana sumber pendanaannya, kemudian bagaimana proses pelaksanaannya," terang Lalu Gita.

ADVERTISEMENT

Acara Lombok Sumbawa Motocross Competition 2023 menelan anggaran Rp 24 miliar. Menurut Lalu Gita, pelaksanaan acara tersebut sebenarnya berawal dari permintaan anggaran untuk penyelenggaraan Motocross Grand Prix (MXGP) kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"Iya, proposalnya awalnya memang MXGP, tetapi Kementerian Pariwisata anggaran APBN murninya tidak tersedia dana untuk itu," ungkap Lalu Gita.

Anggaran dari Kemenparekraf baru tersedia pada APBN perubahan. Kendati demikian, pelaksanaan MXGP 2023 di Sumbawa dan Lombok itu tidak bisa dibayarkan.

"Di APBN perubahan ada tersedia anggaran, tetapi pelaksana teknis di sana tidak bisa melaksanakan pembayaran event yang sudah berlangsung, yaitu MXGP bulan Juni (2023), sementara APBN perubahan sekitar bulan September (atau) Oktober-lah. Jadi tidak bisa ngatret rembes," tutur Lalu Gita.

Menurut Lalu Gita, perubahan penggunaan anggaran itu sudah dikoordinasikan dengan Kemenparekraf. Ia dipanggil ke Jakarta dan ada kesepakatan akan dilaksanakan Lombok Sumbawa Motocross Competition 2023.

"Waktu itu saya menyetujui karena ada rangkaian memeriahkan HUT NTB, supaya ada keramaian, kita bersyukur ada anggaran saat itu, cuman tetap saya minta sama yang melaksanakan secara teknis yaitu Pak Jamal (mantan Kepala Dinas Pariwisata NTB) untuk melaksanakan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku," terang Lalu Gita.

Menurut Lalu Gita, perubahan anggaran itu menjadi salah satu hal yang ditanyakan penyidik Kejati NTB saat memeriksa dirinya. Lalu Gita kemudian menjelaskan kronologi perubahan anggaran tersebut. "Sejarahnya bagaimana, itu yang kami jelaskan," katanya.

Sebagaimana diketahui, Lombok Sumbawa Motocross Competition 2023 digelar di Sirkuit Tohpati Sayang-Sayang, Mataram. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata NTB itu menelan anggaran mencapai Rp 24 miliar.

Namun, anggaran sebanyak Rp 24 miliar itu diduga banyak yang tidak sesuai peruntukan. Berdasarkan hasil audit, ditemukan kelebihan bayar kepada penyedia jasa dan kekurangan pembayaran pajak sebesar Rp 2,6 miliar.

Rincian temuan audit, pembayaran kepada rekanan sebesar Rp 1,2 miliar, kekurangan pembayaran pajak senilai Rp 404 juta, selisih pembayaran oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebesar Rp 601 juta, dan kekurangan pajak dari IMI NTB senilai Rp 356 juta. Ditemukan juga kelebihan anggaran perjalanan dinas sebesar Rp 6,2 juta.




(hsa/hsa)










Hide Ads