detikBali

Viral Video Syur Guru PPPK di Jembrana, Polisi Buru Mantan Suami

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Viral Video Syur Guru PPPK di Jembrana, Polisi Buru Mantan Suami


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Ilustrasi prostitusi online
Ilustrasi video syur. (Foto: Getty Images/M-Production)
Jembrana -

Video syur berdurasi sekitar 4 menit 30 detik yang diduga melibatkan seorang oknum guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Jembrana, Bali, viral di media sosial. Polisi kini turun tangan menyelidiki video tersebut dan memburu pria yang diduga menjadi pemeran sekaligus mantan suami perempuan dalam rekaman itu.

Berdasarkan pantauan di media sosial, video tersebut memperlihatkan seorang perempuan mengenakan headset sedang melakukan panggilan video (video call) dengan seorang laki-laki. Dalam potongan video itu, perempuan tersebut beberapa kali tampak memperlihatkan bagian tubuh sensitifnya ke arah kamera. Aksi tersebut kemudian direspons oleh pria yang melakukan panggilan video dengannya.

Video tersebut menjadi sorotan setelah diunggah oleh akun bernama Nur Halisah di salah satu grup media sosial. Dalam unggahannya, akun itu menyertakan narasi yang mengecam peristiwa tersebut serta mendesak pemerintah daerah setempat mengambil tindakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons viralnya video tersebut, Satreskrim Polres Jembrana langsung melakukan penyelidikan. Kasatreskrim Polres Jembrana AKP I Gede Alit Darmana mengungkapkan pemeran pria dalam video itu diduga merupakan mantan suami sang guru.

ADVERTISEMENT

"Informasi awal yang bersangkutan tahun 2024 pernah melakukan video call dengan suaminya, dan sekarang saat video viral statusnya sudah sah bercerai," ungkap Alit Darmana saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (8/7/2036).

Berdasarkan informasi awal, video tersebut direkam saat keduanya masih berstatus suami istri pada 2024. Perempuan itu juga disebut tidak mengetahui panggilan video tersebut direkam oleh suaminya.

Polisi kini masih memburu keberadaan mantan suami yang diduga menjadi kunci penyelidikan kasus tersebut. Berdasarkan pelacakan terakhir, pria itu berada di wilayah Denpasar. Namun, telepon genggamnya sudah tidak aktif.

"Kita masih kejar (suaminya) karena HP kondisi mati, namun posisi terakhir di Denpasar. Kami ingin klarifikasi dari suaminya langsung untuk perkembangan kasus," pungkas Alit Darmana.




(dpw/dpw)










Hide Ads