Atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi, resmi menduduki peringkat satu dunia disiplin Speed Putri. Keberhasilan tersebut diraih setelah atlet asal Buleleng itu menjuarai World Climbing Series Krakow, Polandia, yang berlangsung pada 3-5 Juli 2026.
Desak Rita menyabet medali emas di nomor Speed Putri dan medali perunggu di nomor Speed Estafet Putri.
Prestasi di Polandia tersebut mendongkrak poin Desak di papan peringkat dunia menjadi 3.670. Ia unggul 60 poin atas Aleksandra Miroslaw asal Polandia yang berada di peringkat kedua dengan 3.610 poin. Sementara peringkat ketiga ditempati atlet Polandia lainnya, Natalia Kalucka, dengan 3.495 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desak Rita juga menjadi satu-satunya atlet asal Asia Tenggara yang menembus peringkat 10 besar dunia.
Yafei Zhou asal Tiongkok berada di peringkat keempat dengan 3.422 poin, disusul Jimin Jeong dari Korea Selatan di posisi kelima dengan 3.286 poin. Atlet Amerika Serikat, Emma Hunt, menempati peringkat keenam dengan 3.203 poin.
Posisi ketujuh dihuni Shaoqin Zhang asal Tiongkok dengan 2.925 poin. Atlet Tiongkok lainnya, Yumie Qin, berada di peringkat kedelapan dengan 2.502 poin, disusul Mengli Zhang di posisi kesembilan dengan 2.445 poin. Sementara peringkat ke-10 ditempati Leslie Adriana Romero Perez asal Spanyol dengan 2.198 poin.
Profil Desak Rita
Desak Made Rita Kusuma Dewi lahir di Buleleng pada 24 Januari 2001. Ia mulai menekuni dunia panjat tebing sejak duduk di bangku kelas 2 SD. Saat itu, Desak kecil berlatih di bawah bimbingan bibinya yang juga merupakan pelatih panjat tebing.
Sejak saat itu, kecintaannya terhadap panjat tebing terus tumbuh dan kemampuannya semakin terasah, khususnya di kategori speed. Berbekal binaan sang bibi, Desak Rita berkembang menjadi atlet berprestasi.
Berbagai kejuaraan lokal berhasil ia menangi hingga mengantarkannya ke pentas nasional. Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Speed World Record Youth dan Boulder Youth 2018 di Riau menjadi panggung nasional pertamanya. Pada ajang tersebut, ia langsung membawa pulang dua medali emas.
Sepulang dari kejurnas, kemampuan Desak terus berkembang. Tiga tahun kemudian, ia menjalani debut di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.
Pada PON tersebut, Desak Rita tampil gemilang dengan menyumbangkan medali emas bagi kontingen Bali. Penampilannya itu juga membuat namanya mulai dilirik Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Ia kemudian bergabung dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) sebagai persiapan menghadapi kejuaraan panjat tebing tingkat Asia.
Medali perak menjadi prestasi pertamanya di level Asia saat tampil pada IFSC Climbing Asian 2022 di Korea Selatan. Setelah itu, Desak terus menjadi bagian dari tim inti pelatnas yang dipersiapkan menuju berbagai ajang dunia hingga akhirnya mengantarkannya ke peringkat satu dunia.
Selain menjadi atlet putri terbaik dunia saat ini, Desak Rita juga berhasil memecahkan dua rekor Asia. Pada Kejuaraan Asia 2026, ia membukukan catatan waktu 6,07 detik.
Kemudian pada semifinal Asian Beach Games 2026, Desak Rita kembali mencatatkan rekor Asia dengan waktu 13,174 detik di nomor Speed Relay Putri bersama atlet asal Bali, Kadek Adi Asih.
Namun, rekor Asian Beach Games tersebut kemudian berhasil dipecahkan oleh atlet panjat tebing asal Tiongkok.
(dpw/dpw)

