detikBali

Siapapun yang Kelaparan, Bisa Hubungi Nasi Darurat Denpasar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Siapapun yang Kelaparan, Bisa Hubungi Nasi Darurat Denpasar


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Nasi Darurat Denpasar yang digagas oleh Hyuda, perantau asal Semarang. (akun Threads @Nasidaruratdps)
Foto: Nasi Darurat Denpasar yang digagas oleh Hyuda, perantau asal Semarang. (akun Threads @Nasidaruratdps))
Denpasar -

Di tengah gemerlapnya dunia pariwisata Pulau Dewata, ada sebagian orang yang hidup kesusahan. Bahkan, hanya sekadar untuk makan. Hal itu menjadi salah satu alasan aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Nasi Darurat Denpasar. Siapapun dalam kondisi darurat ekonomi dan tidak mampu membeli makanan, bisa menghubungi nomor telepon akun Nasi Darurat Denpasar yang populer di Threads ini.

Penggagasnya bernama Hyuda. Pria asal Semarang yang telah merantau ke Bali sejak 2017. Hyuda bercerita awal mulanya membuat Nasi Darurat Denpasar ketika dirinya awal-awal merantau merasakan kesulitan makan karena kondisi ekonomi.

"Dari pengalaman itulah saya tergerak untuk membantu orang lain yang sedang berada dalam kondisi serupa," kata Hyuda dihubungi detikBali, Sabtu (20/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses asesemen dan validasi dari Hyuda juga dibuat sesederhana mungkin. Ia cukup menanyakan kondisi perantau apakah benar-benar berada dalam kondisi darurat atau tidak.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahannya, Hyuda memberikan testimoni berupa permintaan bantuan dari perantau. Hyuda menanyakan kondisi perantau tersebut seperti apa. Jika memang dinilai dalam kondisi darurat dan tidak ada pilihan lain, Hyuda meminta perantau agar ke warung makan terdekat dan membayarkan makanan melalui kode barcode.

"Respons yang saya terima positif. Banyak perantau maupun masyarakat yang merasa terbantu dan bersyukur karena adanya Nasi Darurat Dps," ujar pria yang bekerja di bidang konstruksi itu.

"Bagi sebagian orang, bantuan sederhana berupa satu porsi makan bisa menjadi penyemangat untuk kembali bangkit dan berjuang," sambung Hyuda.

Langkah ini sebenarnya sudah dilakukan Hyuda saat pandemi COVID-19 tanpa melalui sosial media. Awal tahun ini, ia memutuskan menggunakan Threads agar lebih banyak orang yang bisa mengetahui program ini.

"Ternyata responsnya sangat besar, bahkan dalam satu hari bisa ada lebih dari 10 orang yang menghubungi untuk meminta bantuan," tutur dia.

Selain program ini, Hyuda juga aktif mengadakan kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan makanan kepada pejuang nafkah di jalanan. Saat ini, wilayah cakupannya di Denpasar, Badung, Tabanan, dan Gianyar.

"Harapan saya sederhana, semoga tidak ada perantau yang harus menahan lapar sendirian ketika sedang berada di titik terendah hidupnya," ungkap Hyuda.




(hsa/hsa)










Hide Ads