Satu keluarga menjadi korban longsor di Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua orang masih tertimbun material longsor dan dua orang lainnya berhasil dievakuasi dan kini dirawat di puskesmas terdekat.
Selain empat orang korban, longsor yang terjadi pada Kamis (22/1/2026) sore itu menerjang empat rumah, sawah hingga tambak ikan warga.
"Selain rumah dan keempat korban tersebut, material longsor juga merusak persawahan dan tambak ikan milik warga dan material longsor sampai ke halaman depan SDK Meni," kata Kapolsek Lamba Leda Utara Iptu Aris Ahmad, Jumat (23/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aris mengatakan longsor itu menyebabkan jaringan listrik dan telpon seluler juga putus total. "Hingga saat ini akses jaringan internet dan listrik dilokasi tersebut putus total," katanya.
Empat korban longsor itu adalah satu keluarga, yakni ibu dan tiga anaknya. Albina Ria (49) dan anak laki-lakinya berusia tiga tahun, Apri Nikalaus Acan, mengalami luka. Keduanya dievakuasi ke Puskesmas Benteng Jawa.
Dua anak perempuan Albina, Theresia Resem dan Yustina Mira, masih tertimbun material longsor di dalam rumah mereka.
Adapun material longsor itu datang dari ketinggian sekitar 50 meter akibat hujan lebat sebelumnya. Material longsor itu berupa tanah, pohon hingga batu-batu besar.
Sebanyak lima personel Pos SAR Labuan Bajo sedang dalam perjalanan ke lokasi kejadian untuk evakuasi dua korban yang masih tertimbun material longsor.
Selain Kampung Tuwa, Kampung Pau juga terdampak longsor itu. Ratusan keluarga dari dua kampung itu mengungsi ke rumah-rumah warga di kampung tetangga. Ada juga yang mengungsi di sebuah Kapela.
"Kampung yang terdampak ada dua, kampung Tuwa dan kampung Pau. Warga kedua kampung sudah mengungsi ke kampung Rentung. Semuanya menyebar di rumah warga," ungkap Sekretaris Camat (Sekcam) Lamba Leda, Rikardus Samin, seusai meninjau lokasi longsor, Kamis malam.
Angin Kencang Terjang Rumah di Manggarai Barat
Dapur sebuah rumah di Kampung Nobo, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, ambruk diterjang angin kencang.
Seorang lansia bernama Maria Muma (68) yang berada di dapur saat kejadian, pingsan dan dievakuasi ke RSUD Komodo di Labuan Bajo. Mertua pemilik rumah tersebut tertimpa reruntuhan dapur yang ambruk tersebut.
"Mama mertua pingsan lalu dibawa ke RSUD Komodo," kata pemilik rumah, Maksimus Nurdin, melalui sambungan telepon, Jumat (23/1/2026).
Insiden itu terjadi kemarin sore saat hujan lebat dan angin kencang menerjang wilayah tersebut. Bangunan dapur permanen itu dengan konstruksi panggung. Struktur tembok dan lantai cor ambruk saat diterjang angin.
Maksimus mengatakan istrinya berhasil menyelamatkan diri saat dapur itu roboh. "Istri saya ada di dapur itu. Tapi dia cepat masuk ke dalam rumah," ujar Maksimus.
Ia mengatakan Maria sudah siuman. Lansia tersebut mengalami lebam di pinggang dan punggung. Kakinya mengalami luka ringan.
"Sudah sadar. Tidak ada yang patah. Lebam di pinggang dan punggung," jelas Maksimus.
(hsa/hsa)

