Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah akan merevitalisasi sebanyak 300 gedung sekolah pada 2026. Perbaikan gedung tersebut terdiri dari 154 unit sekolah dasar (SD), 49 unit sekolah menengah pertama (SMP), serta 97 unit taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Tengah, Lalu Idham Khalid, mengatakan anggaran revitalisasi tersebut tak hanya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Menurutnya, terdapat pula sumber-sumber dana lainnya, termasuk dari pemerintah pusat.
"Kami sudah punya kuota 154 SD, 49 SMP, dan 97 TK dan PAUD. Itu kuota yang diberikan kepada pemerintah daerah. Ada juga yang melalui jalur Pokir DPRD, ada juga melalui jalur Apkasi," kata Idham kepada detikBali di Praya, Lombok Tengah, Minggu (29/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idham mengatakan kondisi ratusan sekolah di bawah naungan Pemkab Lombok Tengah tersebut hampir 70 masih dalam keadaan rusak. Sisanya sekitar 30 persen gedung sekolah dalam kategori bagus. Ia menargetkan proses revitalisasi terhadap ratusan gedung sekolah tersebut rampung pada 2029.
Menurut Idham, total anggaran yang diperlukan dalam perbaikan sekolah tersebut masih dirancang oleh tim konsultan. Ia menyebut angka itu akan muncul setelah tahap verifikasi yang akan dilakukan pada April ini.
"Ada tim survei turun menilai kelayakan dan menentukan anggaran," bebernya.
Idham mengeklaim pemerintah berkomitmen menyelesaikan masalah sarana dan prasarana pendidikan di Lombok Tengah. Menurutnya, sektor pendidikan tidak terdampak oleh kebijakan efesiensi anggaran. Ia mempersilakan warga untuk bersama-sama mengawasi seluruh tahapan perbaikan sekolah tersebut.
"Saya kira pendidikan tidak kena efesiensi. Sama seperti tahun lalu, itu kan hampir Rp 100 miliar digelontorkan," pungkasnya.
(iws/iws)

