Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menemui langsung ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang bekerja di dua perkebunan sawit raksasa di Malaysia. Iqbal ingin memastikan perlindungan nyata bagi para pahlawan devisa asal Bumi Gora di Negeri Jiran.
Iqbal diterima langsung oleh jajaran manajemen tertinggi FGV Holdings Berhad, FELDA, dan FPM Malaysia di Perkebunan Krau, Pahang, Malaysia, pada Sabtu (13/6). Rombongan Pemprov NTB kemudian disambut oleh manajemen pengelola perkebunan sawit SD Guthrie di wilayah Selangor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di hadapan ribuan buruh sawit dan manajemen perusahaan, Iqbal menegaskan Pemprov NTB tengah memperkuat skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus PMI. Strategi ini diambil agar calon pekerja migran tidak lagi terjebak utang berbunga tinggi dari saat proses keberangkatan.
"Kami ingin memastikan masyarakat NTB dapat berangkat bekerja ke luar negeri tanpa terbebani utang yang memberatkan," kata Iqbal melalui keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).
"Lewat dukungan perbankan dan skema pembiayaan resmi, calon PMI harus bisa berangkat dengan lebih aman, terencana, dan punya masa depan lebih baik," imbuhnya.
Iqbal juga menyoroti pengelolaan keuangan para pekerja migran yang kerap habis di perantauan. Walhasil, saat pulang ke kampung halaman, kondisi perekonomian mereka tak berubah.
"Kami prihatin ketika ada PMI yang berangkat dalam kondisi ekonomi terbatas dan setelah bertahun-tahun bekerja, masih kembali dengan kondisi yang sama. Berangkat pakai sandal jepit, pulang pakai tas keresek. Karena itu, kami ingin mendorong budaya menabung, investasi, dan pengembangan usaha produktif," ujar Iqbal.
Pemprov NTB akan menggandeng Bank NTB Syariah untuk memberi pemahaman literasi keuangan bagi para PMI dan keluarganya. Selain itu, Pemprov NTB juga tengah mengkaji penguatan akses pendidikan bagi anak-anak PMI lewat konsep Sekolah Rakyat.
(iws/iws)

