Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda wilayah selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa selama puluhan tahun. Kolaborasi strategis ini akan menjajaki pemanfaatan teknologi nuklir untuk melakukan eksplorasi sumber daya air.
Langkah tersebut dibahas langsung dalam pertemuan audiensi antara Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dan Kepala BRIN, Arif Satria, di Jakarta, Senin (22/6/2026). Gubernur Iqbal dalam pertemuan itu meminta BRIN melakukan riset dan pemetaan sungai bawah tanah di wilayah selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa yang selama ini belum terjamah secara optimal.
Ide pemanfaatan teknologi canggih ini lahir dari rekam jejak karier internasional sang gubernur. Iqbal menceritakan pengalamannya pada 2011 saat bersentuhan langsung dengan isu teknologi nuklir untuk kemanusiaan di Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada tahun 2011 ketika saya menjadi wakil gubernur (perwakilan) pada Badan Tenaga Atom Internasional, saya menyampaikan kepada dunia internasional tentang keberhasilan BATAN (sebelum melebur ke BRIN) melakukan pemetaan aliran sungai bawah tanah dengan memanfaatkan teknologi nuklir, yang pada saat itu didukung oleh Pemerintah Jerman," ujar Iqbal, Selasa (23/6/2026).
Pengalaman tersebut memantapkan langkah Gubernur Iqbal untuk bekerja sama dengan BRIN. Ia optimistis teknologi serupa bisa menjadi solusi krisis air bagi warga NTB di wilayah pesisir selatan.
"Untuk membantu kami mencari solusi bagi masyarakat kami yang sudah sekian puluh tahun mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih, khususnya di wilayah pesisir selatan pulau Lombok dan Pulau Sumbawa," tambah Iqbal.
Kepala BRIN, Arif Satria, mengapresiasi pendekatan berbasis sains yang ditawarkan oleh Pemprov NTB. "Ini enaknya kalau punya Gubernur yang visioner," puji Arif menyambut hangat usulan tersebut.
BRIN merespons positif usulan ini dan menjadwalkan langkah konkret pada Juli mendatang untuk melakukan tindak lanjut (follow-up) serta mematangkan eksekusi program di lapangan.
Baca juga: Penanganan Krisis Air Gili Meno Masih Buntu |
Selain fokus pada penyediaan air bersih, Gubernur Iqbal juga membawa misi ekonomi untuk mendongkrak kesejahteraan nelayan setempat. Ia memaparkan NTB memiliki potensi alam yang besar di sektor industri perikanan.
Pemprov NTB berharap BRIN memberikan dukungan riset untuk pengembangan budi daya ikan karang bernilai tinggi. Jika riset ini berhasil diterapkan, komoditas ikan karang asal NTB diproyeksikan dapat merambah pasar ekspor dan menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.
Sinergi antara sains dan kebijakan kepala daerah ini diharapkan menjadi pendorong perubahan (game changer) bagi masa depan NTB, baik dalam mengatasi kekeringan maupun mengoptimalkan potensi kelautan menjadi industri bernilai tinggi.
(hsa/hsa)

