detikBali

Sahabat Ungkap Sosok dr Icha: Rajin, Ramah, Dekat dengan Pasien

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sahabat Ungkap Sosok dr Icha: Rajin, Ramah, Dekat dengan Pasien


Simon Selly - detikBali

Suasana duka di rumah duka dr Icha, di Blok F Perumahan RSS Baumata, Kupang, Jumat (26/6/2026). Foto: Simon Selly/detikBali
Suasana duka di rumah duka dr Icha, di Blok F Perumahan RSS Baumata, Kupang, Jumat (26/6/2026). (Foto: Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha dikenang sebagai sosok yang rajin, ramah, dan sangat peduli terhadap pasien.

Kenangan itu disampaikan sahabatnya, dr Pito Jella, yang telah berteman dengan almarhumah selama 10 tahun sejak sama-sama menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 2016.

"Sudah 10 tahun, kami kawan kuliah dari 2016, setelah itu bersama sama intrensip dan sekarang tugas bersama di TTU," tulis dr Pito dalam pesan WhatsApp, Minggu (28/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Pito, dr Icha dikenal sebagai pribadi yang disiplin, ceria, dan mudah bergaul. Almarhumah juga selalu datang tepat waktu dalam menjalankan tugasnya.

ADVERTISEMENT

"dr Icha pribadi yang ceria, beliau paling rajin sehingga selalu datang tepat waktu. Beliau juga orang yang ramah kepada semua orang," ujarnya.

Di luar pekerjaan, dr Icha disebut sebagai sosok yang senang berkumpul dan melakukan berbagai aktivitas bersama teman-temannya.

"Beliau ini saat bersama-sama dengan orang yang sudah dikenal, suka bercerita dan kami di TTU sering aktivitas bersama seperti camping, mendaki gunung, dan ke air terjun bersama," kenang Pito.

Pito mengatakan mereka juga sempat bertugas di puskesmas yang sama sebelum akhirnya berpisah tempat kerja pada 2025.

"Kami bersama di satu puskesmas dulu hingga di tahun 2025, kami sudah pisah tempat tugas," katanya.

Saat dugaan intimidasi terjadi di RSU Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Pito mengaku tidak berada bersama almarhumah.

"Saya tidak bersama sama dengan beliau saat kejadian," ujarnya.

Dikenal Dekat dengan Pasien

Menurut Pito, dedikasi dr Icha terhadap pasien menjadi salah satu hal yang paling diingat. Almarhumah disebut selalu berupaya memberikan ketenangan kepada pasien dan aktif melakukan pelayanan hingga ke lapangan.

"Beliau sangat ramah dengan pasien, sangat sering bila pasien tidak ada kendala dalam pengobatan beliau selalu mencari cara agar pasien tenang. Saat di tempat tugas beliau juga sering kunjungan ke rumah pasian dan rajin ke desa untuk kunjungan ke pasien," terangnya.

Pito berharap kasus meninggalnya dr Icha dapat diproses secara tuntas oleh aparat penegak hukum. Ia juga meminta pemerintah daerah menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi.

"Yang saya harapkan kepada polisi adalah untuk segera ditangani proses hukum dengan baik. Kepada Pemda TTU dan NTT, untuk ini menjadi bahan evaluasi untuk ke depan," ujarnya.

Untuk diketahui, dr Icha meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) di Baumata, Kabupaten Kupang. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polres TTU dan Polres Kupang.

Keluarga menyebut almarhumah mengalami depresi berat dan trauma setelah diduga mengalami intimidasi saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026.




(dpw/dpw)










Hide Ads