detikBali

Solidaritas untuk Dokter Icha, IDI Ajak Anggota Kenakan Pita Hitam 7 Hari

Terpopuler Koleksi Pilihan

Solidaritas untuk Dokter Icha, IDI Ajak Anggota Kenakan Pita Hitam 7 Hari


Simon Selly - detikBali

Suasana duka di rumah duka dr Icha, di Blok F Perumahan RSS Baumata, Kupang, Jumat (26/6/2026). Foto: Simon Selly/detikBali
Suasana di rumah duka dr Icha di Blok F Perumahan RSS Baumata, Kupang, NTT, Jumat (26/6/2026). (Foto: Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerukan solidaritas untuk dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha. IDI mengajak para dokter mengenakan pita hitam selama tujuh hari, terhitung sejak pemakanan almarhumah atau 29 Juni-5 Juli 2026.

"Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan ungkapan solidaritas kepada sejawat tercinta, dr Icha, kami mengimbau seluruh anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mengenakan pita hitam pada lengan kanan selama tujuh hari," kata Ketua IDI NTT, dr Stef Soka, kepada detikBali, Senin (29/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, IDI NTT juga meminta anggota mereka untuk menghadiri prosesi pemakanan almarhumah yang digelar hari ini. Stef juga menghimbau para anggota IDI NTT agar mengenakan jas dokter selama prosesi pemakaman berlangsung.

"Kehadiran dan kebersamaan sejawat merupakan penghormatan terakhir bagi almarhumah serta dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan," imbuh Stef.

ADVERTISEMENT

Seperti diketahui, Dokter Icha dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (26/6). Icha diduga depresi berat akibat diintimidasi anggota DPRD TTU hingga memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Icha diduga diintimidasi saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, TTU, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketika itu, Icha menangani pasien seorang anak korban gigitan ular hijau.

Dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU sempat mendatangi IGD. Mereka disebut berbicara dengan nada keras kepada Icha.

Diketahui, kedua pria itu adalah anggota DPRD TTU Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani. Pasien merupakan keponakan Therensius.

"Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas," ungkap paman korban, Victor Manbait, Jumat (26/6).

Dugaan intimidasi itu disebut membuat Icha terguncang hingga menangis di rumah sakit. Tak lama kemudian, Icha ditemukan dalam kondisi lemah di tempat tinggalnya dan akhirnya meninggal dunia.




(iws/iws)










Hide Ads