detikBali

SPMB Ditutup, SMPN 18 Mataram Baru Terima 15 Murid di SPMB 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

SPMB Ditutup, SMPN 18 Mataram Baru Terima 15 Murid di SPMB 2026


Nathea Citra - detikBali

Suasana SMPN 18 Mataram, Kamis (2/7/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Foto: Suasana SMPN 18 Mataram, Kamis (2/7/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 18 Mataram, Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), baru menerima 15 murid pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027. Padahal pendaftaran jalur prestasi, afirmasi, mutasi, hingga domisili resmi ditutup pekan ini.

"Dari jalur afirmasi ada 7 siswa (yang mendaftar), domisili ada 6 siswa, dan jalur prestasi ada 2 siswa. Yang mendominasi dari afirmasi," kata Waka Umum SMPN 18 Mataram, Adi Sanjaya, saat diwawancarai di ruangannya, Kamis (2/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Adi, minimnya jumlah murid baru bukan terjadi tahun ini saja. Kondisi serupa juga dialami sekolah tersebut pada tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun lalu sekitar 10 sampai 11 siswa," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Adi menduga sedikitnya peminat di SMPN 18 Mataram dipengaruhi letak sekolah yang berada di tengah permukiman warga dan cukup jauh dari jalan utama karena berada dekat kawasan pesisir.

"Mungkin karena lokasi dalam," ujarnya.

Ia berharap kebijakan SPMB ke depan mampu menciptakan pemerataan jumlah siswa di setiap sekolah. Sehingga tidak terjadi penumpukan di sekolah-sekolah favorit, sedangkan sekolah lain kekurangan peserta didik.

"Harapan kami, kalau sudah sesuai domisili, ya disitu saja sekolahnya. Dimana-mana sekolah kan sama sebenarnya. Guru dan kurikulumnya juga sama. Semua sekolah itu sama-sama bagus sebenarnya," tutur Adi.

Ia juga berharap proses distribusi peserta didik dalam SPMB dilakukan lebih transparan agar siswa diarahkan bersekolah sesuai wilayah domisilinya.
"Kami berharap untuk distribusi SPMB bisa lebih transparan. Seandainya disitu domisilinya, anak-anak harus diarahkan ke situ," sambungnya.

Sebagai informasi, SPMB tingkat SMP di Kota Mataram terbagi menjadi empat jalur, yakni jalur domisili sebanyak 50 persen, prestasi 25 persen, mutasi 5 persen, dan afirmasi 20 persen. Adapun jalur prestasi dibagi menjadi prestasi akademik nilai rapor 12 persen, prestasi nonakademik 8 persen, dan prestasi keagamaan 5 persen.

Sementara SPMB tingkat sekolah dasar (SD) di Kota Mataram terbagi ke dalam tiga jalur, yakni jalur domisili 50-80 persen, afirmasi 15-20 persen, dan jalur mutasi 5 persen. Pendaftaran jalur afirmasi dan mutasi dimulai pada 22-24 Juni, sementara jalur domisili pada 29 Juni sampai 1 Juli 2026.




(nor/nor)










Hide Ads