detikBali

Dishub Uji Coba One Way di Jalan Dakota Mataram Mulai 20 Juli

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Dishub Uji Coba One Way di Jalan Dakota Mataram Mulai 20 Juli


Nathea Citra - detikBali

Suasana di simpang tiga Jalan Dakota dan Jalan Wahidin, Rembiga, Selaparang, Kota Mataram, Selasa (7/7/2026).
Suasana di simpang tiga Jalan Dakota dan Jalan Wahidin, Rembiga, Selaparang, Kota Mataram, Selasa (7/7/2026). (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram bersama Dishub Provinsi NTB akan memberlakukan uji coba rekayasa lalu lintas satu arah atau one way di kawasan Jalan Dakota. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi di kawasan simpang tersebut.

Kepala Dishub Mataram, Zulkarwin, mengatakan rekayasa lalu lintas itu merupakan hasil kajian bersama tim gabungan. Rencananya, uji coba sistem one way akan mulai diterapkan pada 20 Juli mendatang.

"Ini hasil kajian rapat di Dishub Provinsi bersama Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan. Uji coba akan kita lakukan 20 Juli mendatang," kata Zulkarwin saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk skema rekayasa satu arah, Zulkarwin menuturkan Jalan Dakota akan diberlakukan sebagai jalan satu arah dari Jalan Adi Sucipto menuju Jalan Dakota.

ADVERTISEMENT

"Yang dari arah selatan (Jalan DR Wahidin) dilarang melintas atau belok ke Jalan Dakota. Kami imbau untuk terus ke arah selatan," jelasnya.

Seperti diketahui, simpang tiga Rembiga yang menghubungkan Jalan Dr Wahidin dan Jalan Dakota di Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, kerap mengalami kemacetan parah setiap hari. Kondisi jalan yang sempit serta tingginya volume kendaraan menjadi penyebab utama kemacetan.

Menurut Zulkarwin, kawasan Rembiga, khususnya di Jalan Dr Wahidin, kerap mengalami kemacetan pada pagi, siang, sore, hingga malam hari.

"Kalau pagi itu biasanya macet, karena volume kendaraan dari utara, masuk ke Mataram. Mereka menunggu di pertigaan Jalan Dakota karena mau belok ke kanan. Nah, selama menunggu itu kan kendaraan stop (jadilah makin macet)," tuturnya.

Akibat efek domino atau tertundanya ratusan kendaraan di Jalan Dr Wahidin, Dishub Mataram selama ini mengandalkan pengaturan durasi lampu hijau pada sistem ATCS. Langkah tersebut dinilai menjadi solusi sementara untuk memecah kemacetan yang mengular.

"Asumsi kita, kalau tundaan di simpang Dakota itu (clear), kendaraan bisa lancar yang dari utara ke selatan, ke arah traffic light. Jadi nggak perlu menunggu di simpang Jalan Dakota untuk belok kanan," tandasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads