detikBali

Pedagang Keluhkan Bau Busuk-Belatung Sampah di Pasar Gunungsari

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Pedagang Keluhkan Bau Busuk-Belatung Sampah di Pasar Gunungsari


M. Zahiruddin - detikBali

Foto : Ratusan ton sampah menggunung di Pasar Gunungsari, Rabu (8/7/2026). (M. Zahiruddin/detikBali)
Foto: Ratusan ton sampah menggunung di Pasar Gunungsari, Rabu (8/7/2026). (M. Zahiruddin/detikBali)
Lombok Barat -

Ratusan ton sampah menggunung di Kawasan Pasar Gunungsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Rabu (8/7/2026). Kondisi tersebut menimbulkan bau tidak sedap, keluarnya lalat dan belatung sehingga mengganggu aktivitas pedagang serta pembeli.

Pantauan detikBali di lokasi, tumpukan berbagai jenis sampah hampir menutupi lahan kosong di kawasan pasar. Di beberapa titik, sampah terlihat dibakar sehingga mengeluarkan asap yang mengganggu aktivitas jual beli.

Salah seorang pedagang kelapa, Puzraah, mengaku tidak nyaman berjualan di tengah tumpukan sampah. Menurutnya, lalat dan belatung hampir setiap hari berada di sekitar lapaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kurang nyaman, soalnya banyak sampah terus belatung," tuturnya di lokasi, Rabu (8/7/2026).

ADVERTISEMENT

Puzraah menuturkan lokasi tersebut sudah bertahun-tahun dijadikan tempat pembuangan sampah. Padahal sebelumnya lahan itu dimanfaatkan sebagai lokasi berjualan dan tempat parkir kendaraan pengangkut barang.

"Dari dulu, sudah beberapa tahun, sudah lama ini. Ini tempat orang jualan sama tempat parkir mobil-mobil barang itu," kata perempuan asal Gunungsari tersebut.

Keluhan serupa disampaikan pedagang pisang, Nurul Aini. Ia mengatakan kondisi semakin parah saat hujan turun karena bau sampah menjadi lebih menyengat dan belatung masuk ke gudang penyimpanan barang dagangannya.

"Kalau hujan ini baunya makin menyengat. Bahkan sampai keluar ulat terus masuk ke gudang tempat kami simpen barang," tuturnya.

Nurul juga mengeluhkan tumpukan sampah yang kerap menghambat mobilitas pedagang maupun pembeli di sekitar pasar.

"Ini kemarin sampai enggak ada tempat kami lewat," ujarnya.

Menurut Nurul, sampah yang menumpuk tidak hanya berasal dari Pasar Gunungsari, tetapi juga dibuang oleh warga dari berbagai wilayah di Kecamatan Gunungsari.

"Kalau sampah dari pasar, tidak mungkin seperti ini. Sampah-sampah dari luar ini, satu kecamatan kesini ngebuang. Mulai sore sampai malam pakai mobil mereka bawa sampah," katanya.

Tak hanya mengganggu aktivitas perdagangan, tumpukan sampah juga disebut kerap menyumbat saluran drainase. Akibatnya, sejumlah wilayah di sekitar Pasar Gunungsari menjadi langganan banjir ketika hujan turun.

"Sampah berserakan, anak-anak banyak terganggu kemudian jalanan menjadi macet. Kalau hujan wajib banjir dan pasti berbau," kata Kepala Dusun Kapek, Desa Gunungsari, Baital Makmun.

Sementara itu, Pemerintah Desa Gunungsari membantah pernah menetapkan kawasan Pasar Gunungsari sebagai tempat pembuangan sampah (TPS).

"Enggak ada kalau desa menetapkan kawasan itu menjadi TPS. Malah kami tidak nyaman," kata Sekretaris Desa (Sekdes) Gunungsari, Hadrian.

Meski demikian, Hadrian mengatakan tidak bisa melarang warga membuang sampah di lokasi tersebut. Menurutnya, warga membayar iuran kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat untuk membuang sampah di kawasan itu.

"Ada yang menyewa juga dari desa lain membuang sampah di sana. Dan itupun setau saya dibayar ke DLH per bulannya," pungkasnya.




(hsa/iws)










Hide Ads