Laga playoff promosi Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC berakhir ricuh. Persipura Jayapura dipastikan gagal promosi ke Super League musim depan setelah kalah 0-1 dari Adhyaksa FC.
Dilansir dari detikSulsel, duel Persipura vs Adhyaksa FC digelar di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5/2026). Massa yang kecewa dengan hasil tersebut lantas melakukan aksi perusakan hingga membakar sejumlah mobil di depan stadion.
Gol penentu kemenangan Adhyaksa FC dicetak oleh Adilson Silva pada akhir babak pertama. Persipura sendiri kurang mendominasi permainan dan hingga laga tuntas tak ada gol yang diciptakan Boas Solossa dkk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video kericuhan seusai laga Persipura vs Adhyaksa FC viral di media sosial (medsos). Suporter tuan rumah kecewa lantaran tim mereka tak bisa kembali promosi ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
Diketahui, Tim Mutiara Hitam sudah bermain di kasta kedua atau Championship sejak terdegradasi musim 2021/2022. Sebaliknya, Adhyaksa FC berhasil promosi ke kasta tertinggi liga tanah air pada musim depan.
Ricuh, suporter menginvasi lapangan usai Persipura kalah atas Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe. (Dok. Istimewa) |
Massa Invasi Lapangan-Bakar Mobil
Berdasarkan video yang beredar, massa masuk menginvasi lapangan begitu laga selesai. Beberapa penonton bahkan ada yang menyalakan flare dan smokebom dari arah tribun. Kemudian, ada pula suporter yang membawa bendera Bintang Kejora ke dalam lapangan.
Massa juga terlihat melakukan pelemparan ke arah pintu keluar stadion yang dijaga aparat kepolisian. Bahkan, mereka turut menggulingkan bench cadangan pemain Adhyaksa FC.
Kericuhan itu juga membuat sesi konferensi pers yang biasanya digelar seusai laga ditiadakan. "Lagi tegang kacau jadi soal statement tidak ada," ujar Media Officer Persipura, Eveerth Joumilena, kepada wartawan.
Kericuhan suporter seusai laga Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC berlanjut di luar stadion. Massa yang terlibat bentrok dilaporkan membakar sejumlah mobil penonton di depan stadion hingga ambulans milik Brimob.
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan massa suporter terkonsentrasi pada dua titik. Kelompok suporter tersebut melakukan berbagai tindakan anarkis, termasuk pembakaran.
"Massa di barat sama timur, terbagi dua. Ini terjadi pembakaran mobil-mobil penonton di depan (stadion)," ujar AKBP Dionisius, Jumat (8/5) malam.
Polisi Bubarkan Massa Suporter Persipura
Polisi kemudian membubarkan massa suporter Persipura yang melakukan tindakan anarkis di Stadion Lukas Enembe. Situasi di lokasi berangsur dapat dikendalikan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menjelaskan kericuhan bermula saat Persipura dalam posisi tertinggal 0-1 saat menjamu Adhyaksa FC. Skor yang tidak berubah hingga akhir pertandingan membuat para suporter turun ke lapangan.
"Awalnya mungkin kekecewaan penonton karena kekalahan tim kesayangannya. Selesai, langsung sebagian penonton turun ke lapangan sehingga terjadi kericuhan," ujar Cahyo, Sabtu.
Polda Papua menambah personel untuk mengendalikan situasi tersebut. Sebanyak dua SSK Brimob diterjunkan untuk mengendalikan massa yang ricuh.
"Kericuhan jam 19.30 WIT, satu jam kemudian lah sudah bisa dikendalikan," ujar Cahyo.
Kendati massa sudah bubar, polisi masih bersiaga di Stadion Luka Enembe. Hal ini untuk mencegah terjadinya kericuhan susulan.
Artikel ini telah tayang di detikSulsel. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)













































