Memasuki tahun baru Hijriyah 1448 H menjadi waktu yang tepat untuk berdoa dan memperbaiki diri. Salah satu amalan yang bisa dilakukan adalah membaca doa awal tahun yang merupakan harapan agar perjalanan hidup setahun ke depan dapat berjalan lebih baik.
Doa Awal Tahun Hijriyah
Berikut bacaan doa awal tahun Hijriyah yang dikutip dari buku Majmu' Ad-Da'awaat: Kumpulan Doa-Doa Pilihan karya Ust. Risky Aviv Nugroho, M.Pd.
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arab latin: Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya: Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.
Amalan Awal Tahun Hijriyah
Selain membaca doa, ada beberapa amalan yang dianjurkan saat memasuki awal tahun Hijriyah, khususnya di bulan Muharram.
Al-Qurthubi, seperti yang dikutip As-Suyuthi dalam Ad-Dibaj 'ala Shahih Muslim menjelaskan:
"Puasa Muharram lebih utama dikarenakan awal tahun. Alangkah baiknya mengawali tahun baru dengan berpuasa, sebab puasa termasuk amalan yang paling utama."
Keterangan ini juga dijelaskan dalam Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah oleh Nur Solikhin. Disebutkan bahwa salah satu keistimewaan bulan Muharram adalah ibadah puasa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan dianjurkan kepada umatnya.
Di bulan ini terdapat beberapa hari yang dianjurkan untuk puasa sunnah. Salah satunya adalah puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Secara bahasa, Asyura berasal dari kata "asyara" yang berarti sepuluh. Secara istilah, puasa Asyura adalah puasa yang dilakukan pada tanggal tersebut.
Rasulullah SAW bersabda,
"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam." (HR. Muslim).
Membaca doa awal tahun dan mengisi bulan Muharram dengan amalan yang dianjurkan diharapkan dapat membantu menjalani tahun Hijriyah 1448 H dengan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
(inf/erd)












































Komentar Terbanyak
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan