Dalil Puasa Tasua dan Asyura, Tercantum dalam Sejumlah Hadits

Dalil Puasa Tasua dan Asyura, Tercantum dalam Sejumlah Hadits

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 24 Jun 2026 17:45 WIB
Ilustrasi Puasa Asyura
Ilustrasi bulan Muharram (Foto: magnific/Magnific)
Jakarta -

Puasa Tasua dan Asyura adalah amalan sunnah yang berlangsung pada 9-10 Muharram. Muslim dapat mengerjakan kedua puasa tersebut karena ada dalil kuat yang menganjurkannya.

Dijelaskan dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari karya Saiful Hadi El Sutha, Muharram jadi bulan paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan. Terkait hal ini disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW:

"Sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa bulan Muharram dan sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam." (HR Ibnu Majah, Abu Dawud, Nasa'i, Tirmidiz, dan Ahmad)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Kementerian Agama RI, 9 Muharram 1448 H bertepatan dengan Rabu, 24 Juni 2026 dan 10 Muharram 1448 H berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Dalil Puasa Tasua dan Asyura

Berikut dalil puasa Tasua dan Asyura yang dikutip dari kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi dan buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya tulisan Khalifa Zain Nashrullah.

1. Hadits Puasa Asyura

Orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah menyatakan jika hari Asyura adalah hari yang baik, hari di mana Allah SWT membebaskan Nabi Musa AS dan bani Israil dari musuh-musuh mereka. Sebagai rasa syukur Nabi Musa AS atas pertolongan Allah SWT, maka beliau berpuasa. Berkenaan dengan itu, Rasulullah SAW bersabda:

"Aku lebih layak dengan (Nabi) Musa daripada kalian." Karena itu Nabi memuasakannya dan menyuruh memuasakannya." (HR Bukhari)

Dalam hadits lain, Aisyah RA meriwayatkan:

كَانَ عَاشُورَاءُ يَوْمًا تَصُومُهُ قُرَيْشُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُهُ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ النَّاسَ بِصِيَامِهِ فَلَمَّا افْتُرِضَ رَمَضَانُ كَانَ رَمَضَانُ هُوَ الْفَرِيضَةُ وَتَرَكَ عَاشُورَاءَ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ.

Artinya: "Hari Asyura merupakan hari di mana kaum Quraisy melakukan puasa semasa jahiliah. Dan Rasulullah melakukan puasa hari Asyura. Setelah tiba di Madinah, beliau melakukan puasa Asyura dan memerintahkan (kaum muslimin) untuk melakukan puasa Asyura. Ketika puasa Ramadan telah diwajibkan, maka yang puasa Ramadan lah yang wajib, sedangkan puasa Asyura ditinggalkan. Barang siapa yang berkeinginan, maka ia melakukan puasa Asyura dan barang siapa yang berkeinginan, maka ia meninggalkannya." (HR Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi dalam Jami'-nya)

2. Hadits Anjuran Puasa Tasua dan Asyura

Nabi Muhammad SAW melalui haditsnya pernah menyatakan beliau akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau hari Tasua. Dari Ibnu Abbas RA yang mengatakan Rasulullah SAW bersabda:

لَئِنْ بَقِيَتْ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Artinya: "Seandainya aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram." (HR Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:

"Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10." (HR Al Khallal dengan sanad yang bagus dan dipakai hujjah oleh Ahmad)

Puasa Tasua dikerjakan pada 9 Muharram sebagai pembeda dengan puasa yang dilakukan Yahudi. Menurut Syarah Riyadhus Shalihin Imam Nawawi yang disyarah Musthafa Dib al-Bugha terjemahan Misbah, bangsa Yahudi hanya berpuasa pada 10 Muharram atau hari Asyura.

3. Hadits Puasa Asyura Menghapus Dosa Tahun Lalu

Dalam hadits lainnya, puasa Asyura disebut bisa menghapus dosa setahun yang lalu. Berikut bunyi sabda Rasulullah SAW:

"Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang, sementara puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

4. Hadits Pahala Puasa Asyura Setara 10 Ribu Orang Berhaji

Dijelaskan dalam kitab Fadha 'Ilul Quqat (Edisi Indonesia) susunan Imam Baihaqi terjemahan Muflih Kamil, terdapat keutamaan luar biasa dari puasa Asyura yaitu mendapat pahala setara 10 ribu orang berhaji. Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda:

"Barang siapa berpuasa pada hari Asyura, ditulis untuknya pahala ibadah enam puluh tahun termasuk di dalamnya ibadah puasa dan salatnya; barang siapa berpuasa pada hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu malaikat; barang siapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala yang setara dengan pahala seribu orang yang haji dan umrah; barang siapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu mati syahid; barang siapa berpuasa Asyura sesungguhnya ia seperti orang yang memberi makan seluruh orang fakir dari umat Muhammad SAW dan membuat mereka semua kenyang; barang siapa membelai anak yatim dengan tangannya pada hari Asyura, maka akan diberikan untuknya untuk setiap rambut satu derajat di surga."

Wallahu a'lam.

Niat Puasa Tasua dan Asyura: Arab, Latin dan Arti

Berikut bacaan puasa Tasua dan Asyura yang dinukil dari sumber yang sama.

1. Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatil tasu'a lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَأَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yauma 'asyûra-a sunnata-lillâhi ta'âla.

Artinya: "Saya berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta'ala."




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads