Sejumlah perkara bisa menghalangi terkabulnya doa hajat seseorang. Kadang bisa berasal dari hal yang terlihat sepele.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya. Dia berfirman,
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ١٨٦
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS Al-Baqarah: 186)
Namun, bentuk pengabulan doa itu bermacam-macam. Bisa saja persis seperti yang diminta, bisa juga dalam bentuk kebaikan lain, atau bahkan ditangguhkan sebagai simpanan di akhirat. Sebagaimana kata Imam Ibnu al-Jauzi dalam Shaid al-Khatir yang menyebut mungkin doa seseorang akan disegerakan jawabannya, mungkin pula akan ditunda, ataupun akan menjadi simpanan di akhirat nanti.
Dalam berdoa, seseorang perlu memperhatikan adab dan menghindari hal-hal yang bisa menghalangi terkabulnya doa.
Perkara yang Menghalangi Terkabulnya Doa Hajat
Menurut penjelasan dalam buku Agar Keinginan Cepat Terkabul karya Imam al-Ghazali berikut beberapa perkara yang bisa menghalangi terkabulnya doa.
1. Tidak Taat Beribadah
Setiap orang punya hak yang akan dicukupi Allah dan kewajiban yang harus ditunaikan. Dalam hal ini, penuhilah kewajiban (seperti salat, puasa, dan lainnya), baru mintalah rezeki dan kenikmatan kepada Allah SWT. Menurut Imam al-Ghazali, orang yang tidak pernah menunaikan kewajiban sebenarnya tidak pantas menuntut haknya (dikabulkan doanya).
Seorang hamba semestinya tidak hanya membutuhkan Allah SWT ketika keadaan sempit, tetapi ketika hidupnya lapang dia sama sekali tak ingat Tuhannya. Allah SWT menyebut orang seperti ini sebagai manusia tidak tahu diri.
2. Ragu Akan Terkabulnya Doa
Keraguan hati bisa menghalangi terkabulnya doa. Sebab, yakin bahwa doa pasti akan dikabulkan adalah salah satu syarat terkabulnya doa. Oleh karena itu, hendaknya seorang hamba menghilangkan keraguan hatinya dan semata yakin bahwa Allah SWT mendengar dan mengabulkan doa itu.
"Sesungguhnya doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan, maka sangat berpengaruh terhadap terkabulnya doa itu sendiri," jelas Imam al-Ghazali.
Seseorang harus yakin jika Allah itu ar-Rahman dan Ar-Rahim yang memiliki kasih sayang yang luas dan agung dan yakin bahwa Allah itu al-Ghaniy, Maha Kaya.
3. Konsumsi Makanan/Harta Haram
Islam telah menetapkan batasan halal dan haram. Allah SWT tidak akan menghalalkan sesuatu kecuali yang baik dan tidak akan mengharamkan sesuatu kecuali ada keburukan di sana.
Mengonsumsi makanan haram atau membelanjakan harta haram bisa menjadi penghalang terkabulnya doa dan tertolaknya amal kebaikan yang dikerjakan. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barang siapa memperoleh harta dengan cara yang haram, kemudian ia sedekahkan, maka tidak akan mendatangkan pahala dan dosanya ditimpakan kepadanya." (HR Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya dengan sanad hasan)
Rasulullah SAW pernah menceritakan seseorang yang minta doanya dikabulkan tetapi makanan dan minumannya saja haram.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang beriman, seperti Dia perintahkan kepada para rasul-Nya dengan firman-Nya: Wahai para Rasul, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh. Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kalian kerjakan!" Dan firman-Nya, "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik, dan bersyukurlah kamu kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah." Kemudian Rasulullah menyebutkan seorang laki-laki yang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut lagi berdebu. Orang tersebut mengangkat kedua tangannya ke atas seraya berdoa: "Ya Tuhanku... Ya Tuhanku..." Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, dan baju yang dipakainya dari hasil yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?" (HR Muslim, sanad shahih)
Wallahu a'lam.
(kri/lus)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat