Jakarta - Masjid Jami Al Fajri di Pejaten Barat memiliki arsitektur terinspirasi Masjid Biru di Istanbul. Kubah besar dan menaranya menjulang di tengah permukiman warga.
Galeri detikHikmah
Masjid Jami Al Fajri, Masjid Unik Bergaya Turki di Jakarta
Masjid Jami Al Fajri di Jalan Masjid Al Fajri No.17, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan memiliki arsitektur yang unik dan menarik perhatian. Desain bangunannya terinspirasi dari Masjid Sultan Ahmed atau Masjid Biru di Istanbul, Turki.
Dari kejauhan, masjid ini tampak mencolok dengan kubah besar dan menara yang menjulang tinggi. Gaya arsitektur yang menyerupai Masjid Biru membuatnya memiliki ciri khas tersendiri di tengah kawasan permukiman warga.
Masjid Jami Al Fajri memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak 1947. Pembangunannya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sekitar yang bergotong royong menghadirkan tempat ibadah bagi umat Islam.
Proses pembangunan berlangsung cukup lama hingga akhirnya rampung pada 1958. Sejak saat itu, masjid ini menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat di kawasan Pejaten Barat.
Seiring waktu, masjid mengalami beberapa kali perbaikan untuk menyesuaikan kebutuhan jemaah. Renovasi pertama dilakukan pada 1965 untuk memperbaiki bagian bangunan yang mulai mengalami kerusakan.
Perubahan besar terjadi pada 1972 ketika masjid menjalani rehabilitasi total. Pembaruan konstruksi sekaligus penyesuaian desain arsitektur dilakukan hingga proyek tersebut selesai pada 1978.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi pusat pembinaan umat dengan berbagai kegiatan keagamaan rutin. Bangunan utamanya berbentuk hampir kubus berukuran sekitar 53 x 51 meter, memadukan desain unik dengan sejarah panjang.

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat