Jika Imam Tak Membaca Qunut Subuh, Bolehkah Makmum Tetap Qunut?

Jika Imam Tak Membaca Qunut Subuh, Bolehkah Makmum Tetap Qunut?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 07 Jul 2026 20:45 WIB
Umat islam melaksanakan ibadah sholat berjamaah di masjid Al Akbar Surabaya.
Ilustrasi salat berjamaah (Foto: Raihan Mahendra/ detikjatim)
Jakarta -

Doa qunut Subuh bisa dibaca ketika salat sendiri maupun berjamaah. Sebagaimana diketahui, qunut diamalkan saat iktidal setelah rukuk pada rakaat kedua.

Secara bahasa, qunut artinya berdiri, tunduk, taat, diam, dan doa. Diterangkan dalam buku Kupas Tuntas Qunut Subuh susunan Galih Maulana, pengertian qunut menurut istilah adalah doa saat salat pada saat tertentu sewaktu berdiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ulama berbeda pendapat terkait hukum membaca doa qunut Subuh. Imam Syafi'i dan Maliki berpendapat sunnah hukumnya membaca doa qunut Subuh, dalilnya mengacu pada hadits dari Anas bin Malik RA.

"Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut ketika salat Subuh hingga beliau wafat." (HR Ahmad)

ADVERTISEMENT

Sementara itu dinukil dari buku Fiqih Shalat Terlengkap yang disusun Ibnu Abbas Zain Musthofa Al Basuruwani, Imam Abu Hanifah atau mazhab Hanafi berpandangan doa qunut Subuh tidak disunnahkan dibaca.

Lalu, ketika salat berjamaah dan imam tidak membaca doa qunut apakah makmum boleh tetap mengamalkannya?

Makmum Boleh Tetap Qunut Meski Imam Tidak Membacanya

KH Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya) dalam ceramahnya mengatakan makmum boleh tetap membaca qunut Subuh meski imam tidak mengamalkannya. Menurut Buya Yahya, hal itu bukan masalah karena adanya perbedaan mazhab.

"Anda ndak usah ragu, aku mazhab Syafi'i dianjurkan (qunut), disunnahkan saya qunut, Anda tetap qunut di belakangnya imam. Di saat imam rukuk, Anda menyusul di belakangnya. Anda tidak menyalahkan imamnya, Anda bisa menjalankan sesuai dengan mazhab Anda," ujarnya dalam YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip channel tersebut.

Ulama asal Blitar itu menegaskan, bermakmum pada orang yang tidak membaca qunut sah-sah saja. Sebab, bisa jadi imam tidak membaca qunut Subuh karena menganut mazhab Hanafi.

"Yang tidak qunut pun sah salatnya. Anda bermakmum dengan orang yang tidak pakai qunut salat Anda juga sah," katanya menjelaskan.

Selain itu, diterangkan dalam buku Dahsyatnya Shalat Subuh karya Samir Al Qarni salat muslim tetap sah walau tidak membaca doa qunut Subuh. Perbedaan hukum membaca qunut tidak boleh jadi alasan perselisihan antara imam dengan jemaah salat.

Doa Qunut Subuh Berjamaah

Masih dari sumber yang sama, perbedaan antara doa qunut Subuh berjamaah dengan sendiri adalah pada frasa individu yang diubah jadi ungkapan jamak. Biasanya, doa qunut Subuh berjamaah dibaca oleh imam.

Makruh hukumnya bagi imam hanya berdoa untuk dirinya sendiri. Terkait hal ini tertuang dalam hadits Nabi SAW,

"Janganlah seorang hamba mengimami suatu kaum lalu ia mengkhususkan bagi dirinya suatu doa, sedangkan bagi mereka tidak. Jika ia melakukan hal itu, berarti ia berbuat khianat terhadap mereka." (HR Tirmidzi)

Pada doa qunut Subuh berjamaah, imam mengubah lafal "ihdinii" (berilah aku petunjuk) menjadi "ihdina" (berilah kami petunjuk). Kata ganti "ni" (aku) diubah menjadi "na" yang artinya kami.

Jadi, pada bacaan اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ (Allahummahdini) menjadi اَللّٰهُمَّ اهْدِنَا (Allahummahdina) yang artinya "Ya Allah berilah kami petunjuk" jika berjamaah. Berikut bacaannya,

لَّلهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِنَا بِرَحْمَتِكَ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ نَسْتَغْفِرُكَ وَنَتُوْبُ إِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allahummahdinaa fiiman Hadait, wa 'aafina fiiman 'aafait, wa tawallanaa fiiman tawallait, wa baarik lanaa fiimaa a'thait, wa qinaa birahmatika syarra maa qadhait, fainnaka taqdhi wala yuqdha 'alaik, wa innahu la yadzillu man waalait, wala ya'izzu man 'aadait tabaarakta Rabbana wa ta'aalait, falakal hamdu 'alaa maa qadhait, Nastaghfiruka wa natuubu ilaik, wa shallallaahu 'alaa Sayyidina Muhammadinil ummiyyi wa 'ala Aalihi wa shahbihi wasallam.

Artinya: "Ya Allah berikanlah kami petunjuk sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan petunjuk. Dan berilah kami kesehatan sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pelihara. Berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan. Dan selamatkan kami (dengan rahmat Allah) dari bahaya yang telah Engkau tetapkan. Dan sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukum-Mu. Dan sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Maka bagi-Mu lah segala pujian di atas apa yang Engkau hukumkan. Dan kami memohon ampun dari-Mu dan kami bertaubat kepada-Mu. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat ke atas junjungan kami Nabi Muhammad yang ummi, keluarga dan para sahabatnya."

Doa Qunut Subuh Sendiri

اَللّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ, وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ, وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ, وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ, وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ, فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ , وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ,وَلاَ يَعِزُّمَنْ عَادَيْتَ, تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ, فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ ,اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ ,وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ, وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allaahumahdinii fiiman Hadait, wa 'aafinii fiiman 'aafait, wa tawallani fiimantawallait, wa baariklii fiimaaa a'thait, wa qini syarramaa qadhait, Fainnakataqdhi walayuqdha 'alaik, wa innahu layadzillu mawwalait, wa la ya idzuman aadait, Tabarakta-Rabbanaa wata 'aalait, Falakal hamdu 'ala-maa qadhait, Astagfiruka wa atuubu ilaik, Wa shallallahu 'ala Sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil Ummiyyi wa 'ala Aalihi wa shahbihi wasallam.

Artinya: "Ya Allah berikanlah aku petunjuk sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan petunjuk. Dan berikanlah aku kesehatan sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pelihara. Berilah keberkahan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan aku (dengan rahmat Allah) dari bahaya yang telah Engkau tetapkan. Dan sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukum-Mu. Dan sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Maka bagi-Mu lah segala pujian di atas apa yang Engkau hukumkan. Dan aku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat ke atas junjungan kami Nabi Muhammad yang ummi, keluarga dan para sahabatnya."




(aeb/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads