Bosnia - Sejumlah umat Muslim Bosnia mengikuti ziarah tahunan Ajvatovica di Prusac untuk berdoa memohon hujan dan mengenang ulama abad ke-15, Ajvaz-Dedo.
Galeri detikHikmah
Ziarah Ajvatovica Satukan Muslim Bosnia dalam Doa dan Tradisi
umat Muslim dari berbagai wilayah di Bosnia dan Herzegovina mengikuti ziarah tahunan Ajvatovica di Prusac. REUTERS/Amel Emric
Tradisi keagamaan yang telah berlangsung selama berabad-abad ini digelar untuk memanjatkan doa memohon hujan sekaligus mengenang Ajvaz-Dedo, seorang ulama Islam yang hidup pada abad ke-15.
REUTERS/Amel Emric
Dalam prosesi ziarah, para peziarah berjalan melewati sebuah batu besar yang terbelah atau retak, yang menjadi ikon utama Ajvatovica. Menurut legenda setempat, batu tersebut terbelah setelah Ajvaz-Dedo berdoa selama 40 hari agar masyarakat memperoleh akses air bagi wilayah yang saat itu mengalami kekeringan.
REUTERS/Amel Emric
Tradisi melintasi batu retak tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian ibadah dan simbol harapan akan turunnya hujan serta keberkahan. Para jemaah juga memanjatkan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan permohonan agar masyarakat dijauhkan dari musibah serta diberikan hasil panen yang baik.
REUTERS/Amel Emric
Ajvatovica dikenal sebagai salah satu pertemuan keagamaan umat Islam terbesar di Bosnia dan Herzegovina. Setiap tahun, ribuan peziarah, tokoh agama, dan masyarakat berkumpul di kawasan Prusac untuk mengikuti berbagai kegiatan religius, termasuk doa bersama, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, ceramah keagamaan, dan ziarah ke lokasi yang diyakini memiliki nilai sejarah. REUTERS/Amel Emric
Melalui pelaksanaan ziarah tahunan ini, masyarakat Muslim Bosnia terus menjaga warisan Ajvaz-Dedo sekaligus memperkuat nilai persaudaraan, kebersamaan, dan spiritualitas yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. (Reuters) REUTERS/Amel Emric

Komentar Terbanyak
MUI Tegaskan Orientasi Seksual Sesama Jenis Bukan Kodrat, Tapi Penyimpangan
Iran Berencana Bentuk NATO Versi Islam, Ajak Saudi dan Turki
Tukang Tambal Ban Rela Utang demi Haji, Kini Dilunasi Pemerintah-UEA