Jangan Asal Bikin Konten, Burung di Masjidil Haram Tak Boleh Diusir

Jangan Asal Bikin Konten, Burung di Masjidil Haram Tak Boleh Diusir

Rachmatunnisa - detikHikmah
Senin, 29 Jun 2026 20:00 WIB
Burung beterbangan di kawasan Ajyad sekitar pelataran Masjidil Haram.
Burung beterbangan di kawasan Ajyad sekitar pelataran Masjidil Haram. Foto: Rachmatunnisa/BeritaKlik
Jakarta -

Burung-burung merpati yang beterbangan di pelataran Masjidil Haram kerap menjadi objek foto maupun video para jemaah. Tak sedikit pula yang sengaja mengusir kawanan burung agar terbang bersamaan demi mendapatkan konten yang lebih menarik.

Padahal, dalam Islam terdapat adab yang perlu diperhatikan saat berada di Tanah Suci. Salah satunya adalah larangan mengusir binatang buruan yang hidup di kawasan Makkah, termasuk burung-burung yang setiap hari berkeliaran di sekitar Masjidil Haram.

Hal itu disampaikan penerjemah resmi khutbah Masjidil Haram asal Indonesia, Ahmad Musyaddad, saat menjelaskan sejumlah jejak sejarah di sekitar Masjidil Haram. Menurutnya, banyak jemaah bertanya mengapa burung-burung di sekitar Masjidil Haram tampak jinak dan tidak takut mendekati manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musyaddad menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah karena Allah SWT menjadikan Makkah sebagai tanah yang aman, bukan hanya bagi manusia, tetapi juga bagi hewan yang hidup di dalam kawasan Tanah Haram.

"Keamanan Kota Suci Makkah tidak hanya terjamin bagi manusia, tetapi juga bagi binatang-binatang buruan yang ada di dalamnya, termasuk burung-burung ini," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia kemudian mengutip penggalan sabda Rasulullah SAW, "Fala yunaffaru shaiduha."

Musyaddad menjelaskan, hadis tersebut bermakna bahwa binatang buruan di Tanah Suci tidak boleh diusir.

هَلْ تَدْرِي مَا لَا يُنَفَّرُ صَيْدُهَا هُوَ أَنْ يُنَحِّيَهُ مِنْ الظِّلِّ يَنْزِلُ مَكَانَهُ

"Apakah kamu mengerti yang dimaksud dengan dilarang memburu binatang buruan? Yaitu menyingkirkannya dari tempat berlindung yang dijadikannya tempat bersinggah." (HR. Bukhari)


Karena itu, menurut para ulama, salah satu adab selama berada di Makkah adalah tidak mengganggu burung ataupun satwa lain yang hidup di kawasan Tanah Haram.

"Banyak yang tidak memahami ini. Burung-burung diusir hanya untuk mengambil konten sinematik. Padahal Rasulullah SAW mengatakan, binatang buruan di Tanah Suci tidak boleh diusir," katanya.

Menurut Musyaddad, rasa aman itulah yang membuat kawanan burung tetap hidup berdampingan dengan jutaan jemaah yang datang silih berganti setiap tahun. Ia mengingatkan agar jemaah tidak menjadikan burung-burung tersebut sebagai objek hiburan dengan sengaja membuatnya beterbangan.

Sebaliknya, kehadiran burung di sekitar Masjidil Haram menjadi pengingat bahwa Islam mengajarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk hidup. Karena itu, saat berada di Tanah Suci, jemaah tidak hanya dianjurkan menjaga adab kepada sesama manusia, tetapi juga kepada hewan yang hidup di dalam kawasan haram. Hal-hal yang mungkin terlihat sepele, seperti mengusir burung demi sebuah foto atau video, memiliki tuntunan tersendiri dalam ajaran Rasulullah SAW.




(rns/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads