Di tengah riuh rendah suara talbiyah yang menggema di Aula Masjid Raya Mujahidin, Selasa (14/4/2026), sosok Aila Afifah mencuri perhatian. Di antara barisan jemaah yang didominasi lansia berambut perak, wajah kekanakan Aila tampak kontras. Siapa sangka, bocah berusia 13 tahun ini menyandang status sebagai jemaah calon haji (calhaj) termuda Indonesia tahun ini.
Aila bukan sekadar berangkat untuk menunaikan rukun Islam kelima. Ada misi suci yang ia bawa di pundak kecilnya. Pelajar kelas VI SD asal Pontianak Selatan ini berangkat ke Tanah Suci untuk menggantikan almarhumah ibundanya yang telah berpulang ke rahmatullah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Aila, keberangkatan ini adalah sebuah kado kerinduan. Meski harus menempuh perjalanan ribuan kilometer tanpa belaian sang ibu, ia mengaku tegar. Bersama ayah dan bibinya, Aila dijadwalkan terbang pada awal Mei mendatang.
"Senang bisa mendoakan Ibu di sana," ucapnya, dilansir detikKalimantan, Rabu (15/4/2026).
Aila adalah satu dari "gelombang besar" jemaah asal Kota Khatulistiwa tahun ini. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan 2026 menjadi tahun yang istimewa. Jumlah jemaah melonjak tajam hingga dua kali lipat lebih dibanding tahun lalu.
Dari total 1.508 jemaah yang terdaftar, terdapat kontras usia yang cukup jauh: Aila yang baru berumur 13 tahun, bersanding dengan jemaah tertua yang telah menginjak usia 83 tahun.
"Ini luar biasa. Tahun ini mencapai 1.508 jemaah, bahkan perempuan lebih banyak dari laki-laki," kata Edi.
Baca selengkapnya di sini.
(hnh/kri)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan