Pemerintah memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 telah memasuki tahap akhir menjelang keberangkatan jamaah. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf menyampaikan bahwa secara umum seluruh layanan telah dipersiapkan dengan matang.
"Kesiapan layanan haji hampir selesai 100 persen. Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional haji," kata Menhaj Moch. Irfan Yusuf dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pemaparannya, Irfan menjelaskan bahwa berbagai kebutuhan utama jamaah telah disiapkan, mulai dari akomodasi hingga konsumsi.
Di Makkah, tersedia 177 hotel yang didukung oleh 51 dapur untuk melayani kebutuhan makan jamaah. Sementara di Madinah, disiapkan 100 hotel dan 23 dapur. Selain itu, layanan kesehatan juga telah dipastikan tersedia secara memadai di kedua kota tersebut dengan pengawasan langsung dari Saudi German Hospital.
Tak hanya soal fasilitas, pemerintah juga memastikan kesiapan dokumen penting bagi jamaah. Seluruh kartu Nusuk disebut telah tiba di Indonesia dan akan segera didistribusikan serta diaktifkan saat jamaah berada di embarkasi.
Gus Irfan menjelaskan bahwa pihaknya telah memanggil dua perusahaan penyedia layanan haji (syarikah), yakni Syarikah Dhuyuf Al Bait dan Rakeen Mashariq Al Mutayizah Company for Pilgrim Service, untuk memastikan kesiapan kartu identitas resmi jemaah tersebut.
"Sampai pagi ini yang syarikah dari Duyuf Al-Bayt sudah melaporkan bahwa Kartu Nusuk sudah tiba di Indonesia Sabtu yang lalu, tapi belum keluar dari Bea Cukai," ungkapnya.
"Jadi kita mencoba membantu syarikah untuk bisa mengeluarkan Kartu Nusuk dari Bea Cukai. Kita berharap Kartu Nusuk ini bisa dibagikan dan diaktivasikan kepada jemaah pada saat masih berada di embarkasi di Indonesia," sambungnya.
Gus Irfan turut memaparkan jadwal operasional haji tahun ini. Keberangkatan kloter pertama direncanakan pada 22 April 2026. Sementara puncak ibadah haji diperkirakan berlangsung pada 26-27 Mei 2026, dan fase pemulangan jamaah akan dimulai pada 1 Juni 2026.
Untuk mendukung kelancaran keberangkatan, pemerintah menyiapkan total 16 embarkasi di seluruh Indonesia. Tahun ini, terdapat tambahan embarkasi baru yang berlokasi di Cipondoh dan Yogyakarta guna mengakomodasi kebutuhan jamaah yang terus meningkat.
Jaminan Keamanan dan Keselamatan Jemaah
Di tengah kesiapan tersebut, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kelancaran dan keselamatan penyelenggaraan ibadah haji.
"Presiden meminta kepada kami untuk menjadikan keselamatan dan keamanan jamaah sebagai prioritas utama. Beliau sudah menyampaikan ini ketika Ramadan kemarin. Kemudian kita fokus pada keselamatan dan keamanan jamaah," jelasnya.
Lebih lanjut, Irfan menegaskan bahwa aspek keselamatan mencakup seluruh rangkaian perjalanan jamaah, mulai dari keberangkatan dari Indonesia hingga kepulangan kembali ke Tanah Air. Sementara itu, aspek keamanan tidak hanya berkaitan dengan kondisi jamaah saat berada di Arab Saudi, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap logistik yang menjadi penunjang utama pelaksanaan ibadah.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas terkait, termasuk Pemerintah Arab Saudi. Hingga saat ini, belum ada informasi lanjutan yang menghambat penyelenggaraan ibadah haji.
(dvs/erd)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan