Salat Arbain di Masjid Nabawi, Hukum, Tata Cara, dan Keutamaannya

Salat Arbain di Masjid Nabawi, Hukum, Tata Cara, dan Keutamaannya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Sabtu, 25 Apr 2026 07:00 WIB
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyiapkan lima pos sektor khusus di kawasan Masjid Nabawi. (Haris/BeritaKlik)
Foto: Masjid Nabawi (Haris/BeritaKlik)
Jakarta -

Selama berada di Kota Madinah, jemaah haji Indonesia biasanya akan menjalani tradisi ibadah yang dikenal dengan sebutan salat Arbain. Untuk menjalani ibadah ini, tentunya membutuhkan fisik yang prima, karena jemaah haji akan melaksanakan salat fardhu sebanyak 40 waktu di Masjid Nabawi.

Lantas, bagaimana sebenarnya hukum melaksanakan salat Arbain dalam rangkaian ibadah haji? Apakah ada dalil khusus yang mewajibkannya? Berikut hukum, tata cara, serta keutamaan salat Arbain.

Pengertian Salat Arbain

Dijelaskan dalam buku Haji Mandiri: Panduan Lengkap Beribadah Haji Tanpa KBIH karya Irwan Sumarsono, istilah "Arbain" dalam bahasa Arab berarti empat puluh. Dalam konteks ibadah haji, salat Arbain adalah melaksanakan 40 waktu salat fardhu secara berjamaah di Masjid Nabawi tanpa terputus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tata Cara Salat Arbain

Masih mengutip dari sumber sebelumnya, salat Arbain dilakukan oleh jemaah haji ketika berkunjung ke Kota Madinah. Salat ini biasanya dilakukan selama 8 hari berturut-turut, dengan lima waktu per hari tanpa terputus.

ADVERTISEMENT

Hukum dan Keutamaan Salat Arbain

Pada dasarnya, tidak terdapat dalil syar'i yang mewajibkan pelaksanaan salat Arbain bagi jemaah haji. Praktik salat ini bersumber pada pemahaman atas keutamaan salat berjamaah di Masjid Nabawi.

Keutamaan salat Arbain bersumber pada sabda Rasulullah SAW berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ (البخاري ومسلم)

Artinya: "Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda: Salat di masjidku ini nilainya seribu kali lebih baik dibandingkan pada masjid lain kecuali pada Al Masjidil Haram". (HR Bukhari dan Muslim)

Berdoa di Raudhah

Selain menunaikan salat Arbain, jemaah haji juga dapat memanjatkan doa di Raudhah. Area ini berada di dalam Masjid Nabawi, yang letaknya antara makam Rasulullah SAW dan mimbar.

Raudhah diyakini sebagai tempat mustajab untuk berdoa, karena itu jemaah harus memanfaatkan kesempatan ini.

Merujuk pada Buku Tuntunan Haji terbitan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, jemaah haji akan mendapatkan tasreh untuk masuk ke Raudhah secara kolektif sesuai kloter masing-masing, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh PPIH kloter.

Jemaah haji diwajibkan mengenakan batik nasional dan ID card ketika masuk ke Raudhah. Jemaah harus sudah berada di pintu 360 Masjid Nabawi, selambat-lambatnya 30 menit sebelum jadwal yang telah ditentukan.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads