Puasa Asyura dianjurkan pada 10 Muharram dan mengandung keistimewaan luar biasa. Biasanya, ibadah sunnah ini dikerjakan berdampingan dengan puasa Tasua pada 9 Muharram.
Meski begitu, banyak muslim yang bertanya-tanya apakah puasa Asyura saja diperbolehkan tanpa Tasua? Akankah umat Islam tetap mendapat pahala meski tidak melaksanakan puasa Tasua sehari sebelum Asyura?
Sebelum membahas lebih jauh mengenai hal tersebut, perlu dipahami keduanya merupakan ibadah sunnah dan bukan wajib. Anjuran puasa pada bulan Muharram sendiri merujuk dari hadits Nabi Muhammad SAW berikut:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah--Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam." (HR Muslim)
Tahun ini puasa Tasua dan Asyura berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026 dan Kamis, 25 Juni 2026. Penanggalan ini merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Kementerian Agama RI. Sementara itu, warga Nahdlatul Ulama akan puasa Tasua dan Asyura pada Kamis, 25 Juni 2026 dan Jumat, 26 Juni 2026 mengacu pada keputusan Lembaga Falakiyah PBNU.
Apakah Puasa Asyura Tanpa Tasua Tetap Diganjar Pahala?
Menurut buku Dahsyatnya Puasa Sunnah tulisan H Amirulloh Syarbini dkk, puasa Tasua dan Asyura mengandung keutamaan luar biasa. Secara keseluruhan, semua puasa yang dilakukan saat Muharram hukumnya sunnah termasuk Tasua dan Asyura.
Lain halnya jika muslim bernazar untuk mengerjakan puasa pada bulan Muharram atau melaksanakan puasa qadha untuk mengganti utang puasa Ramadan. Kedua amalan tersebut bisa membuat status puasa Muharram berubah menjadi wajib.
Kesunnahan puasa Tasua dan Asyura disebutkan dalam hadits berikut:
"Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10." (HR Al Khallal dengan sanad yang bagus dan dipakai hujjah oleh Ahmad)
Selain itu, kesunnahan puasa Asyura juga disebutkan dalam hadits berikut:
"Hari ini hari Asyura, tidak diwajibkan atas kalian puasa. Dan aku berpuasa. Maka barang siapa yang ingin puasa maka berpuasalah, dan barang siapa yang tidak maka berbukalah." (HR Bukhari)
Rasulullah SAW sendiri berpuasa pada hari Asyura 10 Muharram. Puasa ini, kata beliau, memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu.
وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Artinya: "Dari Abu Qatadah RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, 'Puasa tersebut dapat melebur dosa setahun yang lalu'." (HR Muslim)
Karena sama-sama amalan sunnah, maka mengerjakan puasa Asyura tanpa Tasua diperbolehkan dan muslim tetap mendapat pahala dari amalan tersebut. Sebab, hadits terkait dihapusnya dosa setahun lalu juga menyebutkan puasa Asyura secara khusus.
Anjuran Puasa 11 Muharram Jika Tidak Puasa Tasua
Meski keduanya dianjurkan pada bulan Muharram, tidak ada perintah diwajibkannya puasa Tasua dan Asyura. KH Yahya Zainul Ma'arif dalam ceramahnya menganjurkan muslim untuk puasa Asyura pada 10 Muharram karena ada keistimewaan yang luar biasa.
"Tapi di antara (tanggal) 10 pada satu bulan (Muharram) itu ada hari istimewa yang harus Anda tekankan yaitu tanggal 10 Muharram. Jangan puasa di 1,2,3,4,5,6,7,8,9 (tapi tanggal) 10-nya buka (tidak puasa). Jangan gitu," ujarnya dalam YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip channel tersebut.
Turut dijelaskan dalam buku Terjemah Fiqhul wa Adillatuhu oleh Wahbah Az Zuhaili terbitan Gema Insani, puasa Asyura sangat dianjurkan oleh Nabi SAW. Mazhab Syafi'i berpandangan jika muslim hanya berpuasa Asyura tanpa Tasua maka disunnahkan puasa pada 11 Muharram
Meski begitu, tidak masalah juga jika muslim melaksanakan puasa Asyura tanpa Tasua dan juga tidak melakukan puasa 11 Muharram. Wallahu a'lam.
Niat Puasa Asyura: Arab, Latin dan Arti
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi ta'ala
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."
(aeb/kri)

Komentar Terbanyak
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Soal Pidana Pelaku dan Kampanye LGBT
MUI Tegaskan Orientasi Seksual Sesama Jenis Bukan Kodrat, Tapi Penyimpangan
Liga Muslim Dunia Kecam Serangan Pemukim Israel terhadap Warga Palestina