Wajah sumringah terpancar dari Taruno Tanoyo saat ditemui di Hotel Al Asalah Al Bakkiyah, sektor 7 wilayah Misfalah, Makkah. Pria kelahiran 8 Desember 1941 itu tampak segar, tanpa raut lelah, meski baru menempuh perjalanan darat sekitar tujuh jam dari Madinah.
Mbah Taruno akhirnya mewujudkan impian panjangnya, menapakkan kaki di Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima. Saat ditemui, Mbah Taruno, sapaan akrabnya, tengah mengenakan kain ihram. Ia bersama rombongan kloter 1 Embarkasi Yogyakarta (YIA) bersiap menunaikan umrah wajib yang dijadwalkan pada Kamis (30/4) malam waktu Arab Saudi.
Mbah Taruno berangkat ke Tanah Suci bersama sang istri, Sumarni. Kebahagiaan terpancar dari keduanya karena akhirnya dapat menunaikan ibadah haji. Harapan mereka sederhana, meraih haji mabrur dan mendapat ridha Allah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya doa yang akan dipanjatkan di Tanah Haram, pasangan ini kompak berharap diberi kesehatan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, terutama saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Semoga diparingi kesehatan," ujar Mbah Taruno.
Terwujudnya perjalanan Mbah Taruno menuju Baitullah butuh waktu lama. Ia menabung selama puluhan tahun dari penghasilannya sebagai abdi dalem Pura Pakualaman Yogyakarta.
Sejak mulai mengabdi pada 1965 di usia 24 tahun, ia rutin menyisihkan sebagian penghasilannya, meski jumlahnya tidak besar.
"Nabung tiap hari, jumlahnya tidak menentukan," tuturnya.
Selain itu, Mbah Taruno juga rela menjual seluruh ternaknya demi melunasi biaya haji. Baginya, beribadah di Tanah Suci dan mengunjungi Masjidil Haram adalah impian sejak lama. Ia sempat menunaikan umrah pada 2018. Sepulang dari sana, niat untuk berhaji semakin kuat hingga akhirnya mendaftar bersama sang istri.
"Alhamdulillah masih ada sisa uang untuk mendaftarkan haji, sehingga kami mendaftarkan berdua dengan istri," kenangnya.
Mbah Taruno berangkat bersama kloter pertama Embarkasi Yogyakarta. Ia tiba di Makkah pada Kamis (30/4), setelah sebelumnya menjalani masa tinggal di Madinah sejak 22 April 2026.
(lus/lus)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan