Rona bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Muhammad Erlita, jemaah haji disabilitas asal Aceh Selatan. Setelah menanti selama 14 tahun, impiannya untuk bersimpuh di depan Ka'bah akhirnya menjadi nyata.
Erlita yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTJ 09 mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAZ), Jeddah, pada Kamis (14/5) pukul 21.45 Waktu Arab Saudi (WAS). Begitu keluar dari pintu kedatangan, ia langsung disambut hangat oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Bagi Erlita, perjalanan menuju Tanah Suci ini bukanlah perjalanan singkat. Ia mengaku sudah memendam niat dan mendaftarkan diri sejak belasan tahun silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Senang sekali karena sudah pasang niat sejak lama. Saya menunggu 14 tahun, daftar dari tahun 2012," ujar Erlita dengan nada haru saat berbincang dengan tim Media Center Haji (MCH).
Erlita tidak datang sendirian. Ia didampingi oleh istri tercintanya yang setia menemani sepanjang perjalanan ibadah ini. Baginya, kehadiran sang istri adalah kekuatan tambahan dalam menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
Sehari-harinya, Erlita mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Aceh Selatan. Meski memiliki keterbatasan fisik, semangatnya tak pernah padam. Sejak kecil, ia justru dikenal sebagai pribadi yang aktif dan gemar mengikuti berbagai perlombaan.
Ia memandang kondisinya dengan kacamata iman yang sangat positif. Baginya, keterbatasan fisik bukanlah penghalang, melainkan bentuk keseimbangan yang diberikan Sang Pencipta.
"Ada kelebihan, ada kekurangan, itulah keadilan Allah," ucapnya bijak.
Saat ditanya mengenai doa khusus atau harapan selama berada di Tanah Suci, Erlita tidak meminta hal-hal yang bersifat duniawi. Ia datang dengan kerendahan hati yang mendalam.
Harapannya hanya satu: ia ingin ibadahnya diterima dan pulang ke tanah air sebagai haji yang mabrur. Tak ada ambisi lain, selain menyempurnakan ketaatannya kepada Allah SWT di sisa usianya.
Kini, Erlita bersama rombongan kloter BTJ 09 telah bertolak menuju Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah wajib sebelum memasuki puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
(alj/inf)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan