Viral Jemaah Haji Bangkalan Kelaparan di Mina, Kemenhaj Beri Penjelasan

Kabar Haji Bersama Kahf

Viral Jemaah Haji Bangkalan Kelaparan di Mina, Kemenhaj Beri Penjelasan

Hanif Hawari - detikHikmah
Minggu, 31 Mei 2026 10:07 WIB
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha (Foto: YouTube Kementerian Haji dan Umrah RI)
Jakarta -

Jagat maya sempat dihebohkan oleh kabar yang menyebutkan sejumlah jemaah haji asal Bangkalan, Madura, terlantar dan kelaparan karena tidak mendapatkan jatah makanan saat berada di Mina. Jemaah yang dilaporkan mengalami peristiwa tersebut diketahui tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB-72.

Menanggapi isu krusial tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) langsung memberikan penjelasan resmi untuk meluruskan duduk perkara. Peristiwa tersebut dikonfirmasi terjadi pada hari pertama kedatangan jemaah di Mina, yakni Rabu, 27 Mei 2026.

Berdasarkan investigasi dan penelusuran tim di lapangan, ditemukan adanya miskomunikasi dan ketidaksesuaian prosedur distribusi konsumsi. Kendala ini melibatkan pihak syarikah (penyedia layanan lokal) dengan petugas pengawas konsumsi di Markaz 71.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukannya menyerahkan makanan langsung kepada petugas pengawas di Markaz 71 untuk didistribusikan secara tertib, pihak syarikah justru meletakkan begitu saja tumpukan makanan di area tengah gang. Ironisnya, proses pemindahan logistik ini dilakukan tanpa adanya pemberitahuan ataupun dokumen tanda terima yang sah sebagai bukti penyerahan fisik kepada pengawas konsumsi.

ADVERTISEMENT

Kelalaian prosedur dari pihak syarikah inilah yang memicu kepanikan awal. Petugas pengawas konsumsi di lapangan sempat mengalami kesulitan mendeteksi rombongan mana saja yang sudah atau belum mendapatkan makanan karena ketiadaan data serah terima yang lazim digunakan.

Demi memastikan hak seluruh jemaah terpenuhi, petugas pengawas langsung mengambil tindakan cepat dengan melakukan penyisiran (sweeping) secara manual ke tiap-tiap tenda jemaah. Petugas menyisir lorong maktab untuk mendata ulang dan membagikan makanan kepada rombongan yang sempat terlewat.

Proses verifikasi dan distribusi ulang secara door-to-door di tenda Mina ini membutuhkan waktu yang cukup panjang karena harus dilakukan secara menyeluruh. Meski demikian, petugas memastikan seluruh proses rampung pada sore hari setelah memastikan tidak ada satu pun jemaah di lokasi yang tidak mendapatkan makanan.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa akar masalah utama murni merupakan kendala teknis prosedur distribusi logistik di lapangan, bukan karena stok makanan yang habis atau tidak tersedia.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan kami, makanan untuk jemaah sebenarnya telah tersedia. Kendala yang terjadi adalah adanya ketidaksesuaian prosedur distribusi sehingga sebagian makanan tidak tercatat dalam mekanisme serah terima yang berlaku. Akibatnya, petugas harus melakukan pengecekan satu per satu ke setiap tenda untuk memastikan seluruh jemaah telah menerima makanan mereka," terang Ichsan Marsha di Makkah, Sabtu (30/5/2026).

Mengantisipasi agar carut-marut distribusi ini tidak terulang kembali, Kemenhaj bergerak cepat dengan memanggil pihak syarikah terkait untuk melakukan evaluasi ketat demi fase pelayanan ibadah haji berikutnya.

"Kami telah meminta pihak syarikah untuk memastikan seluruh distribusi konsumsi dilakukan sesuai prosedur, termasuk pemberitahuan kepada petugas pengawas konsumsi dan pencatatan serah terima yang jelas. Langkah ini penting agar distribusi dapat dipantau secara akurat dan hak-hak jemaah terpenuhi tepat waktu," tegas Ichsan.

Pihak Kementerian Haji dan Umrah memberikan apresiasi tinggi kepada para petugas pengawas konsumsi di lapangan yang responsif dan sigap melakukan penyisiran mandiri hingga seluruh jemaah mendapatkan layanan konsumsi sebagaimana mestinya.




(hnh/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads