Naik Kereta Gantung Taif, Mengenang Jejak Dakwah Rasulullah

Naik Kereta Gantung Taif, Mengenang Jejak Dakwah Rasulullah

Rachmatunnisa - detikHikmah
Jumat, 12 Jun 2026 08:45 WIB
Pemandangan dari Taif Sama Al-Hada Cable Car yang berada di kawasan pegunungan Al Hada, sekitar 70 hingga 80 kilometer dari Makkah.
Pemandangan dari Taif Sama Al-Hada Cable Car yang berada di kawasan pegunungan Al Hada, sekitar 70 hingga 80 kilometer dari Makkah. Foto: Media Center Haji 2026
Taif -

Dari dalam kabin kereta gantung Taif Sama, pegunungan Taif tampak membentang tanpa ujung. Tebing-tebing batu menjulang di kiri dan kanan, sementara jalan berkelok yang membelah lereng gunung terlihat kecil dari ketinggian.

Pemandangan itu memang indah. Namun bagi banyak jemaah haji dan umrah yang berkunjung ke Taif, bentang alam ini menyimpan makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar panorama pegunungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari kawasan inilah umat Islam mengenang salah satu episode paling berat dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW. detikHikmah menjajal langsung Taif Sama Al-Hada Cable Car yang berada di kawasan pegunungan Al Hada, sekitar 70 hingga 80 kilometer dari Makkah. Kereta gantung ini menjadi salah satu destinasi yang kerap dikunjungi jemaah setelah berziarah ke sejumlah lokasi bersejarah di Taif.

Begitu kabin mulai bergerak, lembah dan tebing perlahan terbuka dari balik kaca. Semakin jauh melaju, hamparan pegunungan yang selama berabad-abad menjadi bagian dari sejarah Kota Taif terlihat semakin jelas.

ADVERTISEMENT

Di sinilah banyak peziarah mencoba membayangkan perjalanan Rasulullah SAW ketika datang ke Taif sekitar tahun 619 M. Kedatangan Rasulullah ke Taif terjadi pada masa yang penuh ujian.

Pada masa itu, beliau baru saja kehilangan dua sosok yang selama ini menjadi penopang dakwahnya, yakni sang istri Khadijah RA dan pamannya Abu Thalib. Peristiwa itu membuat tekanan kaum Quraisy terhadap Rasulullah semakin keras. Tahun tersebut kemudian dikenal sebagai "Tahun Kesedihan".

Dalam kondisi itu, Rasulullah SAW bersama Zaid bin Haritsah berangkat menuju Taif. Mereka berjalan kaki menempuh perjalanan sekitar 90 kilometer dari Makkah dengan harapan mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat dan para pemuka Bani Tsaqif.

Alih-alih menerima dakwah Islam, para pemuka Taif menolak ajakan Rasulullah. Tidak hanya itu, beliau juga dihina, dicemooh, bahkan diusir. Sejumlah riwayat menyebutkan penduduk Taif mengerahkan anak-anak dan budak untuk melempari Rasulullah SAW dan Zaid bin Haritsah dengan batu hingga keduanya terluka dan berdarah.

Ketika memandangi jalur-jalur pegunungan dari atas kereta gantung, sulit membayangkan bagaimana Rasulullah dan Zaid harus menempuh perjalanan tersebut dengan berjalan kaki. Jalur yang kini terlihat tenang dan menjadi tujuan wisata dahulu menjadi saksi kesabaran dan keteguhan Nabi dalam menyampaikan risalah Islam di tengah penolakan yang begitu menyakitkan.

Pemandangan dari Taif Sama Al-Hada Cable Car yang berada di kawasan pegunungan Al Hada, sekitar 70 hingga 80 kilometer dari Makkah.Pemandangan dari Taif Sama Al-Hada Cable Car yang berada di kawasan pegunungan Al Hada, sekitar 70 hingga 80 kilometer dari Makkah. Foto: Media Center Haji 2026

Sementara itu, Taif Sama Al-Hada Cable Car menawarkan cara berbeda untuk menikmati kawasan bersejarah tersebut. Dengan lintasan sekitar 4,2 kilometer, wahana ini dikenal sebagai salah satu sistem kereta gantung terpanjang di Timur Tengah.

Sebanyak 54 kabin tertutup membawa pengunjung melintasi lembah dan tebing pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Perjalanan berlangsung sekitar 15 hingga 20 menit dan menghubungkan dataran tinggi Al Hada dengan Al Kar Tourist Village di bawahnya.

Saat kabin mulai meninggalkan stasiun, sempat muncul rasa waswas melihat jurang dan lembah yang terbentang jauh di bawah. Namun beberapa menit kemudian, mata justru terpukau oleh panorama pegunungan Taif yang menghampar luas.

Rasa takut perlahan berganti menjadi kekaguman. Dari balik kaca kabin, mata dimanjakan oleh lanskap yang jarang ditemukan di wilayah lain Arab Saudi. Kabin yang tertutup rapat dan bergerak stabil membuat perjalanan terasa nyaman hingga tiba di stasiun tujuan.

Sesampainya di bawah, pengunjung akan tiba di Al Kar Tourist Village yang dilengkapi berbagai fasilitas hiburan keluarga, wahana permainan, aktivitas air, hingga restoran dan tempat bersantai.

Adapun harga tiket perjalanan pulang-pergi menaiki kereta gantung ini sekitar 55 riyal Arab Saudi. Banyak jemaah memadukan kunjungan ke Al Hada dengan berziarah ke Masjid Addas, Masjid Abdullah bin Abbas, hingga kebun mawar yang menjadi ikon Kota Taif.

Bagi sebagian peziarah, pengalaman paling berkesan justru bukan saat melihat lembah atau tebing dari ketinggian. Melainkan ketika menyadari bahwa pegunungan yang kini tampak tenang dan indah itu pernah menjadi saksi luka, kesabaran, dan keteguhan Rasulullah SAW dalam berdakwah.




(rns/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads