Keajaiban di Tanah Suci, Sembuh dari Lumpuh Usai Tunaikan Haji

Keajaiban di Tanah Suci, Sembuh dari Lumpuh Usai Tunaikan Haji

Reinhard Soplantila - detikHikmah
Jumat, 19 Jun 2026 18:12 WIB
Jemaah haji bernama Supanto (kopiah haji) saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Foto: Jemaah haji bernama Supanto (kopiah haji) saat tiba di Bandara Makassar. (dok. istimewa)
Jakarta -

Seorang jemaah haji lanjut usia asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, bernama Supanto (73), menjadi sorotan setelah kembali dari Tanah Suci. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual bakso tersebut dikabarkan dapat kembali berjalan setelah sebelumnya mengalami kelumpuhan saat menjalankan ibadah haji di Makkah.

Dikutip dari detikSulsel, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Iqbal Ismail, mengaku menyaksikan langsung perjalanan Supanto hingga mengalami kesembuhan. Ia bertemu Supanto bersama istrinya ketika mendampingi rombongan jemaah haji khusus dari PT An-Nur Ma'arif pada 14 Mei 2026.

Menurut Iqbal, saat itu Supanto dan istrinya masih menggunakan kursi roda. Ia juga mengetahui bahwa Supanto merupakan seorang penjual bakso dari Kabupaten Bone yang berhasil berangkat haji melalui program haji khusus berkat hasil usahanya selama bertahun-tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iqbal mengaku terkesan dengan kegigihan dan semangat Supanto dalam mewujudkan impian menunaikan ibadah haji. Baginya, kisah tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan sederhana pun dapat mengantarkan seseorang ke Tanah Suci jika disertai tekad dan usaha yang kuat.

Dalam pertemuan itu, Iqbal sempat memberikan dorongan semangat kepada Supanto. Ia menyarankan agar Supanto memperbanyak doa di hadapan Ka'bah, memohon kesehatan dan kemampuan untuk kembali berjalan.

ADVERTISEMENT

Beberapa waktu kemudian, Iqbal menerima kabar bahwa kondisi Supanto telah membaik dan ia sudah dapat berjalan tanpa bantuan kursi roda. Mendengar hal tersebut, Iqbal terdorong untuk menyambut langsung kepulangan Supanto di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada 17 Juni 2026.

Saat bertemu kembali, Iqbal menyaksikan sendiri bahwa Supanto sudah tidak lagi menggunakan kursi roda. Ketika ditanya mengenai kursi roda yang sebelumnya dipakai, Supanto menjelaskan bahwa alat tersebut telah disumbangkan di Masjidil Haram untuk membantu jemaah lain yang membutuhkan.

Iqbal menilai pengalaman yang dialami Supanto menjadi contoh nyata pentingnya ikhtiar dan doa dalam menjalani kehidupan maupun ibadah. Menurutnya, kesembuhan yang diperoleh Supanto dapat menjadi inspirasi dan penyemangat bagi banyak orang untuk terus berusaha serta tidak kehilangan harapan.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads