Jutaan jemaah haji dan umrah hampir pasti pernah melihat deretan bangunan megah yang berdiri di samping Bukit Safa, tak jauh dari pelataran Ka'bah. Dengan arsitektur modern dan lokasinya yang sangat strategis, banyak orang mengira bangunan tersebut merupakan hotel berbintang.
Ternyata, bangunan itu adalah Qashr Ash-Shafa atau Istana As-Safa, salah satu kompleks milik Kerajaan Arab Saudi yang dibangun di atas gunung bernama Abu Qubais atau Jabal Abu Qubais.
Penerjemah resmi khutbah Masjidil Haram asal Indonesia, Ahmad Musyaddad, menjelaskan nama Istana As-Safa diambil karena lokasinya yang berdampingan langsung dengan Bukit Safa, titik dimulainya ibadah sa'i.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan perhotelan. Ini adalah Istana Raja yang disebut Qashr Ash-Shafa. Dinamakan Istana As-Safa karena dia melekat dengan Bukit Safa," ujar Musyaddad saat memandu tur jejak sirah di sekitar Masjidil Haram.
Menurut Musyaddad, kompleks tersebut menjadi tempat singgah Raja Arab Saudi, para pangeran, hingga tamu-tamu resmi kerajaan ketika berada di Kota Makkah. Di balik bangunan yang tampak tertutup dari akses jemaah itu juga terdapat jalur khusus yang digunakan para imam Masjidil Haram sebelum memimpin salat berjamaah.
"Raja, pangeran, atau tamu-tamu kerajaan ketika berada di Makkah dijamu di tempat ini. Begitu juga imam-imam yang mengimami kita salat. Mereka masuk dari kawasan ini," katanya.
Musyaddad menjelaskan, setelah memasuki area tersebut, imam akan melewati akses khusus menuju musala imam yang berada di dekat area tawaf. Jalur itu sengaja dibuat terpisah dari arus jemaah sehingga para imam dapat menuju tempatnya dengan aman sebelum memimpin salat.
Akses yang sama juga dimanfaatkan saat pelaksanaan salat jenazah. Seusai mengimami salat fardu, imam tidak langsung memimpin salat jenazah di tempat yang sama, melainkan terlebih dahulu menuju musala jenazah melalui jalur khusus tersebut.
"Begitu salam, imam langsung naik menuju musala jenazah. Karena itu biasanya kita menunggu sekitar tiga sampai empat menit sebelum salat jenazah dimulai," ujarnya.
Bagi kebanyakan jemaah, bangunan megah di samping Bukit Safa itu mungkin hanya menjadi latar ketika berjalan menuju tempat sa'i atau meninggalkan Masjidil Haram. Di balik fasadnya, kompleks ini menjadi tempat singgah raja beserta tamu-tamu kerajaan dan merupakan bagian penting operasional Masjidil Haram yang memastikan pelaksanaan ibadah jutaan umat Islam berlangsung tertib setiap hari.
(rns/erd)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat