Syarat sah puasa harus dipenuhi muslim agar ibadahnya tergolong sah. Sebagaimana diketahui, puasa Ramadan jadi amalan wajib bagi setiap muslim yang sudah baligh.
Dilansir dari buku Fikih susunan Dewi Mulyani, syarat sah puasa harus dipenuhi agar puasanya sah. Sebab, amal ibadah yang akan diterima Allah SWT adalah yang sah secara syariat.
Dalam Islam, perintah puasa tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 183. Allah SWT berfirman,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ - ١٨٣
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Syarat Sah Puasa bagi Muslim
Berikut beberapa syarat sah puasa bagi muslim yang harus dipenuhi seperti dikutip dari buku Menjaga Puasa Ramadhan oleh Dr Mansur Chadi Mursid.
1. Islam
Syarat sah puasa yang pertama adalah beragama Islam. Artinya, jika orang tersebut bukan muslim atau murtad, maka tidak sah baginya menjalankan puasa Ramadan.
2. Suci dari Haid dan Nifas
Suci dari haid dan nifas termasuk syarat sah puasa bagi wanita muslim. Sebab, haid atau nifas jadi kondisi yang tidak memperbolehkan muslimah untuk berpuasa. Meski begitu, mereka berkewajiban mengganti puasa sejumlah hari yang ditinggalkan ketika haid atau nifas.
3. Berakal
Syarat sah puasa selanjutnya yang tak kalah penting adalah berakal. Jadi, puasanya orang yang mengalami gangguan jiwa seperti gila dianggap tidak sah.
4. Dilakukan pada Waktu Tertentu
Terakhir, syarat sah puasa adalah dilakukan pada waktu tertentu yang sudah ditetapkan secara syariat. Puasa dinilai tidak sah jika dilaksanakn pada hari-hari yang dilarang untuk berpuasa.
Apa Bedanya Syarat Sah dan Syarat Wajib Puasa?
Menurut buku Ramadhan-Rembulan yang Dirindu karya Muhammad Muhsin Muiz, terdapat dua poin dalam syarat sah dan syarat wajib puasa yaitu Islam dan berakal. Syekh Al Bajuri menyebut Islam pada syarat sah puasa artinya seseorang harus dalam kondisi menjadi muslim saat puasa.
Sementara itu, Islam pada syarat wajib berarti muslim berkewajiban untuk puasa.
"Kesamaan Islam sebagai syarat wajib dan syarat sah puasa hanya secara dzahir (yang tampak) saja, namun pada hakikatnya jelas berbeda," tulis Al Bajuri yang dikutip buku yang sama.
Berakal menjadi salah satu syarat sah puasa. Syarat ini berlaku ketika seorang muslim sudah mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Jika belum baligh tetapi sudah mumayyiz atau dapat membedakan baik dan buruk, puasanya tetap sah. Dikatakan, syarat wajib puasa berhubungan dengan orang-orang yang berpuasa.
Adapun syarat sah puasa lebih khusus, yaitu ketentuan yang harus dipenuhi agar puasa yang dijalankan dinilai sah.
Ahmad Sarwat dalam bukunya Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan menjelaskan syarat wajib jadi hal-hal yang membuat seseorang wajib melakukan puasa. Jika salah satu syarat ini tak terpenuhi, maka puasa Ramadan menjadi tak wajib atas dirinya.
Berbeda dengan syarat sah. Syarat sah adalah semua hal yang membuat ibadah puasa seseorang menjadi sah hukumnya. Bila salah satu syarat sah tidak ada, ibadah itu tidak sah hukumnya.
Adapun syarat wajib puasa secara lengkap yaitu Islam, baligh, berakal, sehat, mampu, tidak sedang dalam perjalanan, serta suci dari haid dan nifas.
(aeb/inf)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan