Sholat Tarawih menjadi salah satu ibadah sunnah yang paling dinantikan di bulan Ramadan. Dalam pelaksanaannya, banyak jamaah maupun imam memilih membaca surat-surat pendek dari juz 30 karena lebih mudah dihafal dan tersusun rapi untuk dibaca secara berurutan.
Tidak sedikit pula yang memulai dari At-Takatsur hingga Al-Kafirun, lalu menutupnya dengan tiga surat yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, saat melaksanakan Witir agar rangkaian bacaan terasa lebih sistematis dari malam ke malam.
Urutan Surat Pendek Tarawih 8 Rakaat
Dalam buku Panduan Shalat Praktis & Lengkap oleh Ust. Syaifurrahman El Fati, dijelaskan bahwa setelah membaca surat Al-Fatihah pada sholat Tarawih, dianjurkan untuk melanjutkan dengan surat-surat pendek tertentu secara berurutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susunan surat ini dapat diamalkan sejak malam pertama hingga pertengahan Ramadan. Adapun surat yang dibaca pada rakaat pertama tiap malam secara berurutan yaitu At-Takatsur, Al-Asr, Al-Humazah, Al-Fil, Al-Quraisy, Al-Ma'un, Al-Kautsar, dan Al-Kafirun.
Rakaat 1: Surat At Takatsur
الْهُكُمُ التَّكَاثُرُ حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينُ لَتَرَوْنَ الْجَحِيمَ ثُمَّ لَتَرَوْنَهَا عَيْنَ الْيَقِينَ ثُمَّ لَتُسْلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
Latin: (1) al-hākumut-takāśur (2) hattā zurtumul-maqābir (3) kallā saufa ta'lamụn (4) summa kallā saufa ta'lamụn (5) kallā lau ta'lamuna 'ilmal-yaqīn (6) latarawunnal-jahīm (7) summa latarawunnahā 'ainal-yaqīn (8) summa latus`alunna yauma`iżin 'anin-na'īm.
Artinya: "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur. Sekali-kali tidak, kelak kamu akan mengetahui. Kemudian sekali-kali tidak, kelak kamu akan mengetahui. Sekali-kali tidak, sekiranya kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim. Kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri. Kemudian pada hari itu kamu benar-benar akan ditanya tentang segala kenikmatan."
Rakaat 2: Surat Al Asr
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّلِحَتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ، وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Latin: (1) wal-'asr (2) innal-insāna lafi khusr (3) illallażīna āmanu wa 'amiluş-şāliņāti wa tawāsau bil-haqqi wa tawāsau biş-şabr.
Artinya: "Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran."
Rakaat 3: Surat Al Humazah
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةَ الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَدَةٌ يَحْسَبُ أَنْ مَالَةً أَخْلَدَةٌ كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ وَمَا أَدْرَيكَ مَا الْحُطَمَةُ نَارُ اللَّهِ الْمُوْقَدَةُ الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْدَةِ إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ
(1) wailul likulli humazatil lumazah (2) allażī jama'a mālaw wa 'addadah (3) yahsabu anna mālahū akhladah (4) kallā layumbażanna fil-hutamah (5) wa mā adrāka mal-hutamah (6) nārullāhil-muqadah (7) allatī tatțali'u 'alal-af`idah (8) innahā 'alaihim mu`sadah (9) fi 'amadim mumaddadah.
Artinya: "Celakalah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah. Tahukah kamu apakah Hutamah itu? (Yaitu) api Allah yang dinyalakan, yang membakar sampai ke hati. Sungguh, api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang."
Rakaat 4: Surat Al Fil
لَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحُبِ الْفِيلِ اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيلُ تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيلٍ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفِ مَأْكُول
Latin: (1) alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi`aş-hābil-fil (2) a lam yaj'al kaidahum fi tadlīl (3) wa arsala 'alaihim țairan abābīl (4) tarmīhim bihijāratim min sijjīl (5) fa ja'alahum ka'aşfim ma kul
Artinya: "Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung-burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar, sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)."
Rakaat 5: Surat Al Quraisy
لا يَلْفِ قُرَيْشِ الْفِهِمْ رِحْلَةَ الشَّتَاءِ وَالصَّيْفِ فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتُ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوعٍ ، وَآمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ
(1) li`īlāfi quraīsy (2) īlāfihim rihlatasy-syitā`i was-saïf (3) falya'budu rabba hāżal-baīt (4) allažī at'amahum min ju'iw wa amanahum min khauf
Artinya: "Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, yaitu kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas, maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini (Ka'bah), yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut."
Rakaat 6: Surat Al Ma'un
أَرَعَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُ الْيَتِيمُ وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ لا الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُوْنَ وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُونَ
(1) a ra`aitallażī yukażżibu bid-dīn (2) fa żālikallażī yadu"ul-yatīm (3) wa lā yahuddu 'alā ta'āmil-miskīn (4) fa wailul lil-muşallīn (5) allažīna hum 'an salātihim sāhun (6) allażīna hum yurā`ụn (7) wa yamna'unal-mā'un.
Artinya: "Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang-orang yang salat, yaitu mereka yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya, dan enggan memberikan bantuan (barang yang berguna)."
Rakaat 7: Surat Al Kautsar
إِنَّا أَعْطَيْنَكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَزُّ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
(1) innā a'țainākal-kausar (2) fa salli lirabbika wan-har (3) inna syāni`aka huwal-abtar.
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus."
Rakaat 8: Surat Al Kafirun
قُلْ يَأَيُّهَا الْكَفِرُونَ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلَا أَنْتُمْ عُبِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُمْ وَلَا أَنْتُمْ عُبِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَلِيَ دِينِ
(1) qul yā ayyuhal-kāfirun (2) lā a'budu mā ta'budun (3) wa lā antum 'ābiduna mā a'bud (4) wa lā ana 'ābidum mā 'abattum (5) wa lā antum 'ābiduna mā a'bud (6) lakum dīnukum wa liya dīn.
Artinya: "Katakanlah: Wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."
Sebagai catatan, urutan bacaan surah pendek tersebut tidak bersifat wajib. Setiap Muslim diperbolehkan membaca surah pendek lainnya pada tiap rakaat sholat Tarawih sesuai kemampuan dan pilihannya.
3 Surat yang Dibaca Saat Sholat Witir
Surat Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Latin: (1) qul huwallāhu aḥad (2) allāhuṣ-ṣamad (3) lam yalid wa lam yūlad (4) wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."
Surat Al-Falaq
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Latin: (1) qul a'ūdzu birabbil-falaq (2) min sharri mā khalaq (3) wa min sharri ghāsiqin idzā waqab (4) wa min sharrin-naffāṡāti fil-'uqad (5) wa min sharri ḥāsidin idzā ḥasad.
Artinya: "Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul (tali), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
Surat An-Nas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلٰهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin: (1) qul a'ūdzu birabbin-nās (2) malikin-nās (3) ilāhin-nās (4) min sharril-waswāsil-khannās (5) alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās (6) minal-jinnati wan-nās.
Artinya: "Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia."
(lus/lus)

Komentar Terbanyak
MUI Tegaskan Orientasi Seksual Sesama Jenis Bukan Kodrat, Tapi Penyimpangan
Iran Berencana Bentuk NATO Versi Islam, Ajak Saudi dan Turki
Tukang Tambal Ban Rela Utang demi Haji, Kini Dilunasi Pemerintah-UEA