Akun TikTok dengan nama pengguna @nia.hajar_s ramai diperbincangkan publik usai banyak warganet mengungkap sosok dengan nama "Ustazah Hajar" itu adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Berdasarkan pantauan detikHikmah pada Sabtu (27/6/2026), akun TikTok tersebut kini memiliki 1 juta pengikut dan 12,1 juta likes. Video-video dalam akun itu menunjukkan sosok wanita berhijab yang berbicara di depan mikrofon seperti seorang ustazah yang sedang ceramah.
Visual yang sangat realistis ini membuat banyak jemaah mengira sosok tersebut adalah manusia asli. Kekhawatiran muncul, utamanya mengenai soal akuntabilitas karena jika ada kekeliruan tafsir dalam video-video yang diunggah maka tak ada sosok yang bisa mempertanggungawabkan hal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerhati budaya dan komunikasi digital yang bernama Firman Kurniawan memastikan ustazah di akun TikTok itu adalah hasil buatan AI. Dia menjelaskan ciri untuk membedakan sosok manusia asli atau hasil AI dalam sebuah video, utamanya intonasi suara yang teratur.
"Suaranya itu intonasinya sangat teratur, rapi. Kalau orang ngomong itu kan kadang ada jeda, ada mikir. Ini runtut dan temponya itu sangat teratur. Nah ini terlihat kalau itu fabrikasi, itu buatan artificial intelligence," terang Firman dilansir dari CNN Indonesia pada Sabtu (27/6/2026).
Menurut Firman, konten-konten AI kini kian masif. Hal tersebut didasari oleh tiga hal, pertama teknologi semakin murah.
Sejumlah platform kecerdasan buatan menyediakan fasilitas gratis menggunakan aplikasi buatan mereka. Lalu kedua, teknologi AI semakin mudah digunakan.
Firman mengatakan, tanpa belajar khusus dan berbekal menonton video tutorial di YouTube, mencoba-coba sendiri, orang sudah bisa menghasilkan konten AI yang sifatnya komunikatif.
Ketiga, hasil konten buatan AI sudah sangat memuaskan hingga sulit dibedakan antara yang nyata dan tiga.
"Nah, itu tiga-tiganya itu memancing orang untuk menggunakan secara masif di berbagai macam kegiatan," sambung Firman.
(aeb/lus)

Komentar Terbanyak
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Soal Pidana Pelaku dan Kampanye LGBT
MUI Tegaskan Orientasi Seksual Sesama Jenis Bukan Kodrat, Tapi Penyimpangan
Liga Muslim Dunia Kecam Serangan Pemukim Israel terhadap Warga Palestina